Thursday, 5 Jumadil Awwal 1443 / 09 December 2021

Thursday, 5 Jumadil Awwal 1443 / 09 December 2021

Wali Kota Banda Aceh: Upaya Pendangkalan Akidah Kembali Marak

Ahad 11 Jan 2015 08:50 WIB

Red: Agung Sasongko

Video berjudul 'Kristenisasi Muslim di Kelud' beredar di dunia maya

Video berjudul 'Kristenisasi Muslim di Kelud' beredar di dunia maya

Foto: youtube

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal mengatakan, upaya pendangkalan akidah di Ibu kota Provinsi Aceh tersebut kembali marak, sehingga masyarakat perlu dibekali ilmu agama yang kuat agar tidak terpengaruh.

"Kami melihat akhir-akhirnya upaya pendangkalan aqidah kembali marak. Oleh karena itu, masyarakat Kota Banda Aceh perlu dibentengi, sehingga tidak terpengaruh dengan ajaran selain Islam," kata Illiza di Banda Aceh, belum lama ini.

'Pernyataan tersebut dikemukakan Wali Kota dalam kegiatan pra Musyawarah Rencana Aksi Perempuan (Musrena) tingkat Balee Inong di Gampong Ie Masen, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh. Beberapa tahun lalu, upaya pendangkalan akidah masyarakat Kota Banda Aceh yang mayoritas muslim pernah terjadi. Saat itu, ada upaya penyebaran Milata Abraham, ajaran yang ditetapkan sebagai aliran sesat oleh majelis ulama.

Kini, ada upaya kembali menyebarkan ajaran tersebut oleh mereka yang dulunya menyiarkan Milata Abraham. Padahal, mereka tersebut pernah disyahadatkan atau diislamkan beberapa tahun lalu secara beramai-ramai di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Menurut Wali Kota, upaya pendangkalan aqidah ini harus ditangkal sedini mungkin, sehingga tidak berkembang dan mempengaruhi keimanan masyarakat, khususnya generasi muda Aceh yang Islami. Oleh karena itu, Illiza mengajak kepada perempuan Kota Banda Aceh yang tergabung dalam Balee Inong merumuskan program-program penguatan akidah.

"Saya minta ibu-ibu di Balee Inong dapat memberikan masukan atau ide-ide terkait program penguatan akidah. Penguatan akidah ini harus difokuskan ketimbang memikirkan pembangunan sarana fisik," ungkap Wali Kota.

Menurut Illiza program penguatan masyarakat saat ini perlu dilakukan di tengah maraknya kembali upaya penyebaran aliran sesat oleh pihak tidak bertanggung jawab. Penguatan aqidah ini, lanjut dia, sebagai upaya penyeimbang atau sinkronisasi antara pembangunan infrastruktur dengan fondasi keimanan warga Kota Banda Aceh yang mayoritas Islam.

"Infrastruktur banyak yang sudah dibangun. Sekarang saya kira perlu upaya penguatan akidah Islam di tengah masyarakat. Apalagi selama ini Balee Inong memberikan kontribusi positif bagi pembangunan, keluarga, lingkungan sosial masyarakat Kota Banda Aceh," kata Hj Illiza Saaduddin Djamal.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA