Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

'Kacaunya Dunia Persilatan' Siap Tayang 22 Januari

Sabtu 10 Jan 2015 17:37 WIB

Red: Hazliansyah

Para pendukung film 'Kacaunya Dunia Persilatan'

Para pendukung film 'Kacaunya Dunia Persilatan'

Foto: ist/dsp

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren film komedi di industri film Indonesia belakangan menurun. Kondisi tersebut berbeda dengan lima tahun silam, dimana hampir setiap pekan film-film yang mengundang tawa di bioskop dirilis.

Berangkat dari hal tersebut, sutradara yang juga produser Helfi Kardit meluncurkan film komedi berjudul "Kacaunya Dunia Persilatan".

"Lima tahun ke belakang film komedi jarang dibuat. Nah gue mau memanfaatkan sepinya film komedi itu," ujar Helfi Kardit saat ditemui usai press screening "Kacaunya Dunia Persilatan", Jumat (9/1) malam di Jakarta.

Sebagai film komedi pertama yang menurutnya hadir di kondisi saat ini, Helfi membutuhkan cerita yang benar-benar berbeda. Dalam artian, filmnya mampu memberi suguhan komedi ringan yang terbalut dalam satu cerita dan penggarapan film yang memiliki standar.

Ia ingin menghadirkan sebuah film komedi yang genre-nya bisa disebut pertama untuk generasi saat ini.

"Akhirnya gue panggil Hilman Mutasi, gue bilang ke dia, gue nggak mau komedi remaja yang biasa aja tapi berbeda," cerita Helfi. 

Tak lama kemudian Hilman yang juga bertindak sebagai sutradara kembali datang dengan konsep cerita yang menurutnya segar, yakni komedi tentang silat.

"Komedi yang dia usung membuat gue surprise, jadi membuat gue makin yakin untuk produserin film ini," ujarnya.

Dibintangi sejumlah bintang ternama seperti Tora Sudiro, Aming, Darius Sinathrya, Joe P Project dan lain-lain, "Kacaunya Dunia Persilatan" berkisah tentang dua kelompok persilatan pada satu masa, yakni golongan hitam dan golongan putih. 

Satu ketika pedang Pusaka Dewa yang tersimpan aman di Perguruan Silat Kera Emas tiba-tiba hilang. Akhirnya Maha Guru Perguruan Silat Kera Emas, Beruk Sepuh memerintahkan murid-muridnya untuk segera mencari pedang tersebut sampai ketemu. 

Beruk Sepuh pun meminta bantuan teman-teman pendekar dari golongan putih. Investigasi hilangnya Pedang Pusaka pun dimulai dengan metoda CSI (Crime Scene Investigation) tapi manual dan tradisional. Gayanya hampir mirip dengan Sherlock Holmes, meski banyak salahnya

Golongan hitam pun dicurigai sebagai pelaku dibalik hilangnya pedang. 

"Kacaunya Dunia Persilatan" tayang mulai 22 Januari mendatang. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA