Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Warga Mukomuko Tangkap Pelajar Mesum di Kebun

Sabtu 10 Jan 2015 17:19 WIB

Red: Mansyur Faqih

Aksi Mesum (ilustrasi)

Aksi Mesum (ilustrasi)

Foto: BBC.WEB.ID

REPUBLIKA.CO.ID, MUKOMUKO -- Warga Desa Kotapraja, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menangkap tangan pasangan pelajar SMA yang berbuat mesum di kebun kelapa sawit di wilayah itu.

"Dua orang pelajar SMA tersebut ditangkap sedang berhubungan intim di kebun kelapa sawit menuju pabrik pembuatan makanan ringan 'Tortila', Jumat (9/1)," kata warga Desa Kotapraja, Hartono, di Mukomuko, Sabtu (10/1).

Ia mengatakan, awal mula terungkapnya perbuatan mesum pasangan pelajar itu dari laporan salah seorang warga Desa Kotapraja bernama Edi yang sedang mencari rumput untuk makanan sapi di tempat kejadian peristiwa.

Menurutnya, melihat perbuatan itu, saksi mata tersebut pulang dan melaporkan temuannya kepada warga lain di Desa Kotapraja.

Ia menyebutkan, tidak kurang dari belasan warga menuju lokasi dan menangkap pasangan pelajar SMA itu yang sedang mesum di bawah tanaman kelapa sawit.

"Saat ditangkap warga, kedua orang itu tidak dapat mengelak lagi karena sedang melakukan hubungan layaknya suami dan istri," ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, pasangan pelajar itu dibawa oleh belasan orang ke rumah salah satu warga di wilayah itu. Tidak lama setelah itu warga lain ramai berkumpul untuk melihat dua orang pelajar tersebut.

"Prianya itu berasal dari Kecamatan Penarik. Sedangkan perempuannya berasal dari Kecamatan Air Manjuto," ujarnya.

Ia menerangkan, tidak beberapa lama setelah dua orang dibawa ke rumah warga. Selanjutnya pasangan itu diamankan oleh anggota polisi dari Markas Kepolisian Resor setempat.

Menurutnya, lokasi yang menjadi tempat mesum pasangan pelajar ini di kebun kelapa sawit sangat sepi sehingga memudahkan keduanya berbuat mesum.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA