Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Peringatan Maulid Nabi, Presiden PKS Ajak Bershalawat

Ahad 04 Jan 2015 12:57 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta.

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mengajak umat Islam untuk memperingati Maulid Nabi yang jatuh pada 3 Januari 2015. "Bismillah, di malam yang sejuk ini, marilah kita bershalawat untuk Rasulullah SAW..Ya Allah muliakanlah oleh-Mu Muhammad & keluarganya #maulid," katanya melalui akun Twitter, @anismatta.

"Shalawat kita sampaikan untuk memperingati kelahiran dan mendoakan Nabi Muhammad SAW..Nabi akhir zaman, pembawa kebenaran Al Qur'an.. #maulid." (Baca: Perayaan Maulid Nabi Bidah" href="http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/01/04/nhmr7l-mufti-besar-arab-saudi-sebut-perayaan-maulid-nabi-bidah" target="_blank">Mufti Besar Arab Saudi Sebut Perayaan Maulid Nabi Bidah).

Menurut dia, peringatan Maulid Nabi 1436 Hijriah bertepatan dengan momen jatuhnya kejayaan Islam di Eropa. "Tanggal 2 Januari adalah hari yang unik dan penuh pelajaran.. Pertama, karana bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.. #maulid. Kedua, karena pada hari itu adlh tanggal jatuhnya Andalus di jazirah Spanyol, lepas dari kekuasaan Islam.. #maulid," kata mantan wakil ketua DPR tersebut.

Anis menyatakan, perayaan kelahiran Rasulullah bisa dijadikan momentun untuk evaluasi diri. "Makna kelahiran Nabi adlah spirit perubahan dan perbaikan akhlak. Dalam perjalanan hidup Rasulullah, ada banyak momen perubahan, bahkan sejak hati Nabi dibersihkan oleh malaikat, datangnya wahyu Iqra', hijrah ke Yastrib, hingga kejayaan Islam; semua mengandung pesan perubahan."

Anis melanjutkan, "Perubahan pertama, adalah membersihkn hati dan mawas diri, menghilangkn semua prasangka buruk. #revolusi hanya bisa dimulai dari hati yang bersih."

Mantan sekjen PKS tersebut menambahkan, "Terangnya hati (nurani) adalah modal kita menerima kebenaran wahyu Allah.. #maulid. Sementara hati yang gelap (zulmani) menghalangi kita dari semua wahyu dan kebaikan dari Allah SWT.. #maulid."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA