Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Catatan 2014

Ini Saran untuk Para Elite Politik pada 2015

Rabu 31 Des 2014 15:55 WIB

Rep: c13/ Red: Mansyur Faqih

Pemilu 2014

Pemilu 2014

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dunia perpolitikan Indonesia selama 2014 dinilai lebih parah daripada tahun-tahun sebelumnya. Politik semakin parah setelah adanya Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Pengamat politik Universitas Jayabaya, Lely Arrianie menilai, para elite politik seperti tidak memiliki etika yang baik. Dia pun menyarankan beberapa hal yang perlu dilakukan para elite politik ke depannya.

"Ini dilakukan tentunya agar kondisi perpolitikan Indonesia lebih baik lagi ke depan," ungkap Lely saat dihubungi ROL, Selasa (30/12).

Para elite, ujar Lely, diaharapkan bisa memberi sikap politik yang tepat dan baik. Selain itu, sikap berpolitik yang berkesantunan dan berkebudayaan Indonesia juga diharapkan bisa diperlihatkan ke depan.

Menurut Lely, selama ini para elite seperti telah kehilangan model berpolitik. Sehingga tata cara mereka dalam berpolitik kurang baik dilihat oleh masyarakat. Misalnya, perseturuan berkepanjangan antara KMP dan KIH.

Bahkan, kata Lely, para elite tidak bisa memberikan contoh yang baik dalam bersikap secara politik. Misalnya, saat perdebatan dan perebutan kursi kepemimpinan di DPR. Menurutnya, sikap yang demikian tidak pantas ditunjukkan ke publik.

Lely berharap para elite politik bisa menampilkan wajah politik Indonesia yang bermartabat, bekebudayaan dan memiliki kesantunan. Perseturuan yang tidak usai antara dua kubu di DPR pun diharapkan bisa terselesaikan dengan sempurna. Misalnya, keduanya bisa menyiapkan pembangunan Indonesia yang lebih baik ke depan bersama-sama.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA