Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Garuda Akan Kurangi Penerbangan Demi Restrukturisasi

Senin 29 Dec 2014 19:09 WIB

Rep: C81/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo.

Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo.

Foto: Republika/ Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan melakukan restrukturisasi rute penerbangan. Upaya ini dilakukan untuk memperbaiki financial perusahaan dan upaya menstrukturisasi biaya operasional perusahaan.

“Kita tahu, Garuda pada 2014 ini mengalami turbulensi. Garuda mendapat tekanan dari faktor eksternal, oleh karena itu internal juga harus kita perbaiki,” kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Arif Wibowo di kantor Garuda Indonesia, Senin (29/12).

Rute-rute yang akan mendapat restrukturiasi merupakan rute utama yang dinilai bisa discover oleh rute lainnya. "Mulai 2015 Garuda Indonesia akan melaksanakan restrukturisasi network penerbangannya. Terutama restrukturisasi 20 rute utama yang jadi faktor penentu kondisi Garuda,"  ungkapnya.

Arif  mencontohkan rute yang akan dikurangi adalah rute ke Jepang. Menurutnya, saat ini terlalu banyak penerbangan yang menuju ke Jepang. “Seperti jepang, Tokyo yang biasanya mempunyai empat kali, yaitu dua Denpasar, Dua Jakarta, kita akan sederhanakan jadi satu kali Jakarta dan satu kali denpasar,” katanya.

Selain itu penerbangan baru yang niatnya akan dibuka ke daerah Nagoya juga batal untuk di buka. Menurut Arif, pasar penerbangan yang menuju ke Nagoya bisa discover oleh penerbangan yang menuju Osaka.

Garuda juga akan melakukan penyesuaian di rute Australia seperti Birsbrane dan wilayah lainnya. “Beberapa frekuensi akan kita adjust, Brisbane juga kita adjust juga,” jelasnya. 

Selanjutnya Garuda akan memfokuskan pengembangan rute-rute potensial lainnya seperti di Tiongkok di luar tiga kota besar yang telah dilakoni Garuda saat ini, yaitu Beijing, Shanghai, Guangzhou.

Garuda juga fokus pada potensi pasar di Timur Tengah khususnya menyasar konsumen yang akan berangkat ibadah umroh. "Semuanya kita relocate ke wilayah yang lebih potensial," ujar Arif.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA