Kamis, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 Desember 2019

Kamis, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 Desember 2019

Korban Banjir di Bandung Kesulitan Bersihkan Lumpur

Senin 29 Des 2014 14:14 WIB

Rep: C80/ Red: Yudha Manggala P Putra

 Warga melintasi banjir di Andir, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Ahad(28/12). (foto : Septianjar Muharam)

Warga melintasi banjir di Andir, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Ahad(28/12). (foto : Septianjar Muharam)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Banjir yang melanda sejumlah titik di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang Kabupaten Bandung perlahan mulai surut karena berkurangnya intensitas hujan.  Sebagian besar warga yang rumahnya sudah tidak lagi kebanjiran pun mulai membersihkan sisa -sisa lumpur.

Udin (32 tahun), salah seorang korban banjir mengaku, ketinggian air mulai surut sejak kemarin. Saat ini ia mulai membersihkan sisa-sisa lumpur yang mengendap di rumahnya. Udin mengaku mengalami kesulitan.

''Susah lumpurnya tebal dan kotor. Untuk membersihkannya perlu disemprot,'' katanya di sela -sela kesibukan membersihkan lumpur, di kelurahan Andir, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (29/12).

Udin berharap, pemerintah memberikan bantuan alat kebersihan. Ia juga meminta pemerintah melakukan penyemprotan dijalan-jalan yang dipenuhi lumpur. Sebab, hal tersebut membahayakan pengguna jalan karena licin.

Terpantau hari ini sejumlah ruas jalan seperti Jln. Raya Banjaran sudah bisa dilewati pengguna jalan. Jalan lain seperti Jln. Anggadireja, Baleendah yang masih digenangi air banjir juga sudah bisa dilalui karena kedalaman hanya 10 sentimeter.  Namun demikian pengguna jalan tetap harus berhati-hari karena jalan tersebut dipenuhi lumpur dan material lain seperti bebatuan.

Sementara itu meski banjir mulai surut, ratusan rumah di Cienteung, Andir dan Dayeuhkolot masih terendam air dengan ketinggian sekitar 1 meter-1,5 meter.

Kepala BPBD kabupaten Bandung Marlan mengatakan hari ini merupakan batas akhir status tanggap darurat bencana, sejak ditetapkan pada 23 Desember lalu.  Namun, Marlan mengatakan berencana memperpanjang status tanggap darurat tersebut. Itu karenan masih ada sekitar 14.600 jiwa yang berada di pengungsian akibat banjir masih merendam rumah mereka hingga hari kesepuluh ini.

''Pengungsi masih ada, walaupun evakuasi telah berhenti. Namun warga belum bisa beraktivitas,'' kata Marlan.

Marlan mengatakan, kemungkinan status tanggap darurat akan diperpanjang selama tiga hari. Namun, kata dia, hal tersebut akan terus dievaluasi. Pasalnya, hujan masih terus mengguyur wilayah Bandung. ''Masih ada hujan di hulu sungai,'' jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA