Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Jokowi Lantik Dubes Indonesia untuk Lebanon

Kamis 18 Dec 2014 15:04 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Julkifli Marbun

Jokowi

Jokowi

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Ahmad Chozin Chumaidy sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk Republik Lebanon melalui Keppres Nomor 124 P tahun 2014. Chozin sebelumnya adalah anggota DPR periode 2004-2009 dari fraksi PPP.

Acara pelantikan digelar di Istana Negara pada pukul 14.00 WIB, Kamis (18/12). Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sekertaris Negara Pratikno, dan Wakil Ketua MPR Hidaya Nur Wahid juga ikut menghadiri acara pelantikan tersebut.

Ini merupakan kali pertama Presiden Jokowi melantik dubes. Chozin mengaku, ia sebenarnya telah diusulkan menjadi dubes sejak kepemimpinan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, menurut Chozin, pelantikannya tertunda karena situasi politik Lebanon yang belum kondusif.

Chozin menambahkan, Indonesia sebenarnya memiliki kemiripan dengan Lebanon, karena memiliki masyarakat yang plural. Menurutnya, kesamaan tersebut bisa dijadikan energi untuk menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah. "Lebanon ini strategis. Kalau Lebanon aman, Insya Allah Timur Tengah juga aman," ucap Chozin.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, Lebanon memiliki sistem pemerintahan yang unik karena adanya pembagian kekuasaan berdasarkan agama. Menurut Chozin, presiden Lebanon beragama Kristen, perdana menterinya beragama Islam Sunni, dan ketua parlemennya Islam Syiah.

"Indonesia juga sama. Pengalaman ini bisa kita cocokkan dengan di Lebanon," ucap dia.

Presiden Jokowi, menurut Chozin, berpesan agar ia dapat meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Lebanon yang telah lama bersahabat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA