Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Kapolda: Tertembaknya Sukani Salah Prosedur

Kamis 18 Dec 2014 08:38 WIB

Red: Taufik Rachman

Penembakan (ilustrasi)

Penembakan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAMBI--Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudariman menyikapi insiden tertembaknya Sukani (25), warga Dusun Batu Kucing, Kabupaten Sarolangun, oleh oknum anggota Brimob, Selasa (16/12), merupakan tindakan salah prosedur.

"Atas kesalahan itu saya sebagai pimpinan berjanji akan menyelesaikannya sesuai prosedur dan menindak tegas oknum anggota yang bersalah," kata Bambang Sudarisman di Jambi, Kamis.

Ia mengakui bahwa dalam kejadian itu memang salah satu anggotanya menyalahi prosedur dan seharusnya oknum tersebut memberikan tembakan peringatan, namun justru terkena masyarakat.

Dengan hal itu Polda Jambi akan memberikan tindakan yang tegas kepada oknum anggotanya jika memang terbukti bersalah dan saat ini Polda Jambi sudah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan.

Langkah yang diambil Polda Jambi setelah penembakan itu adalah anggota tersebut ditarik dari lokasi. Kedua, pihaknya akan menurunkan tim, baik reserse maupun

Propam untuk melakukan penyelidikan dan kalau terbukti akan diambil tindakan tegas, kata Brigjen Pol Bambang Sudarisman.

Saat ini keluarga korban sudah bisa menerima atas kejadian itu setelah pimpinan Polda berkomunikasi terkait insiden tersebut yang merupakan suatu musibah.

Kapolda juga mengatakan tujuan masyarakat datang ke Divisi VI PT Emal tersebut adalah ingin membeli sawit dengan harga murah di dalam lahan yang masih bermasalah yang memang tidak diizinkan.

Sawit tersebut selanjutnya akan dijual ke pengepul dengan harga yang lebih tinggi dan warga memaksa masuk ke areal itu sehingga terjadi tembakan yang mengenai masyarakat.

Kemudian kepada masyarakat, pihak Polda Jambi mengimbau dan memohon untuk jangan terprovokasi orang yang berkepentingan dan serahkan semuanya kasus ini kepada Polri.

"Kami akan menindak tegas kepada anggota, dan jika memang terbukti bersalah maka akan diberikan sanksi yang berat," ujar Bambang.

Sementara untuk korban yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Sarolangun kondisinya sudah membaik dan biaya pengobatan ditanggung oleh pihak kepolisian.
Pasukan dan anggota Brimob sudah ditarik dan akan terus diperiksa.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA