Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Duh... Restoran Ini Mencampur Opium dengan Mi

Jumat 12 Dec 2014 13:59 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Winda Destiana Putri

Mie ini mengandung opium sehingga membuat pelanggan ketagihan

Mie ini mengandung opium sehingga membuat pelanggan ketagihan

Foto: Odditycentral

REPUBLIKA.CO.ID, CINA -- Pemilik restoran di Cina menambahkan opium atau candu mentah pada menu mi yang tersedia direstorannya. Orang licik ini melakukan tindakan tidak etis itu agar para pelanggannya ketagihan menu tersebut.

Ketika ditanya polisi lokal, dia dalam laman Odditycentral, Jumat (12/12) mengaku telah menghabiskan 600 yuan atau sekitar 100 dolar Amerika untuk dua kilogram opium yang dijadikan sebagai bumbu rahasia pada menu makanan di restorannya.

Penipuan kejam ini muncul ke permukaan ketika pelanggan bernama Liu Juyou (26 tahun) ternyata positif mengonsumsi opium pada saat melakukan tes urine dalam program antinarkoba.

Liu kaget dengan hasil tes, dan ia berani bersumpah tak pernah menyentuh barang ilegal tersebut. Tapi, polisi tidak percaya dengan pengakuannya dan menahannya selama 15 hari.

Liu benar-benar bingung atas hasil tes yang menyatakan dirinya positif menggunakan narkoba. Pelan-pelan ia pun mulai mengumpulkan kecerdasannya dan berpikir apa yang salah.

Ketika ia menyelidiki dan berpikir keras untuk berbagai kemungkinan, dia pun menduga restoran yang sering ia kunjungi bisa menjawab segala keganjilan tersebut.

Akhirnya ia mengirim anggota keluarganya untuk melakukan tes dari teorinya itu. Ia meminta keluarganya makan mi yang sama di tempat yang sama, kemudian melakukan tes urine.

Ternyata tes urine mereka menyatakan mereka positif mengonsumsi opium. Kemudian mereka segera menginformasikan kepada polisi atas penemuan mereka.

Lalu sebuah investigasi dilakukan, pemilik restoran ditangkap dan ditahan selama 10 hari, dia akhirnya mengakui kejahatannya.

Agen polisi antinarkotika kemudian mengakui bahan kimia opium ini menjadi penyebab tes urine positif. Jika tertelan atau digunakan dalam waktu yang lama, opium ini dapat membuat seseorang kecanduan atau ketagihan.

Sayangnya, meskipun pemilik restoran sudah mengaku, Liu tidak juga dibebaskan. Pengajuan bandingnya terhadap penahan dirinya telah ditolak polisi.

Polisi mengatakan prioritas mereka adalah mendeteksi narkoba dan menghukum pengguna narkoba. Memang di Cina diberlakukan hukum yang ketat pada orang yang mengonsumsi opium, heroin, morfin dan ganja. Mereka dianggap melanggar aturan dan harus dihukum.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA