Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Mahasiswa: Kedatangan SBY Mencederai UIN

Rabu 10 Dec 2014 12:34 WIB

Red: Mansyur Faqih

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung di dalam Koalisi Mahasiswa UIN (KMU) berdemonstrasi menolak kedatangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung di dalam Koalisi Mahasiswa UIN (KMU) berdemonstrasi menolak kedatangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Foto: Sintia Aulia Rahmah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung di dalam Koalisi Mahasiswa UIN (KMU) menggelar aksi demonstrasi di depan kampus. Mereka menolak kedatangan Susilo Bambang Yudhoyono yang akan mennyampaikan kuliah umum di Auditorium UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (10/09).

"Kami menolak UIN diinjak oleh SBY. Kedatangan SBY telah mencederai UIN sebagai kampus reformis, karena selama menjabat sebagai presiden, SBY telah gagal mengawal agenda reformasi," ujar Komite Aksi KMU, Deni Iskandar dalam keterangannya.

Deni menambahkan, SBY turut bertanggung jawab atas beberapa skandal megakorupsi yang terjadi di Indonesia. Seperti kasus Bank Century dan Hambalang.

"Kami meminta penegak hukum segera menangkap SBY. Bagaimana pun hukum harus ditegakan dengan seadil-adilnya meski langit runtuh," ucapnya

Juru bicara KMU, Sintia Aulia Rahmah menambahkan, merasa kecewa dengan sikap rektorat yang telah mengotori kampus dengan cara mengundang ketua umum parpol ke kampus.

"Ini bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap SBY yang keputusan politiknya banyak menyengsarakan rakyat. Juga sebagai kritik bagi rektor yang telah mencederai kampus sebagai ruang akademik menjadi ruang pencitraan tokoh-tokoh parpol," papar dia.

Dalam aksinya, para mahasiswa membawa spanduk bertuliskan selamat datang koruptor. Sempat terjadi kericuhan antara massa aksi dengan polisi yang mencoba menertibkan arus lalu lintas usai jalan sempat ditutup para demonstran.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA