Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Fenomena Nabi Palsu Muncul Karena Kegagalan Ulama

Kamis 04 Dec 2014 20:08 WIB

Rep: CR02/ Red: Bayu Hermawan

Ulama Palestina

Ulama Palestina

Foto: KNRP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Pendiri Pesantren Muallaf Annaba’ Center Syamsul Arif Nababan mengatakan munculnya fenomena nabi palsu menjadi sebuah tantangan bagi umat Islam untuk lebih semangat menyiarkan dakwah Islam di Indonesia.

Ustaz Nababan menilai bahwa munculnya nabi palsu tersebut merupakan kegagalan ulama, pemerintah dan seluruh pihak terkait dalam melakukan pembinaan terhadap masyrakat Muslim di berbagai daerah.

Ia berharap, munculnya fenomena tersebut dapat menjadi pelajaran bagi umat muslim untuk menambah keimanan dan akidah mereka agar tidak ikut dalam ajaran aliran sesat. "Ini jadi pekerjaan rumah kita bersama untuk lebih giat melakukan syiar Islam," kata Ustaz Nababan kepada ROL, Kamis (4/12).

Ia berharap apa yang terhadi di Kampung Rantau Bemban, Sangatta, Kutai Timur tidak terjadi kembali di wilayah Indonesia lainnya. Selain itu, seluruh umat Islam harus bersatu dalam menyiarkan Islam dengan lebih baik.

"Mulai sekarang umat Islam harus bersatu untuk menyiarkan Islam dengan lebih baik," ujar ustaz Nababan.

Sebelumnya, guru bantil, warga Kampung Rantau Bemban, Sangatta, Kutai Timur, mengaku sebagai nabi utusan Tuhan dan menyebarkan aliran sesat, ditahan di dalam rumah tahanan di Tenggarong. Di penjara itu, dia malah juga menyebarkan ajaran sesatnya.

Pengasuh pembinaan pesantren Mualaf itu menjelaskan bahwa dakwah di Kalimantan Timur khususnya Tenggarong sudah berjalan. Namun, kurangnya ulama dan dai di wilayah tersebut memunculkan terjadinya pelemahan akidah dan munculnya aliran sesat.






BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA