Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Dituduh Rasis, Balotelli Minta Maaf

Selasa 02 Dec 2014 19:39 WIB

Rep: c65/ Red: M Akbar

Mario Balotelli

Mario Balotelli

Foto: Scott Heppell/AP Photo

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Striker Liverpool, Mario Balotell, meminta maaf atas tindakannya mengunggah sebuah gambar di akun Instagram miliknya. Gambar tersebut menjadi permasalahan karena mengandung unsur rasisme.

Oleh sebab itu, melalui akun Twitter Balotelli mengucapkan permintaan maaf atas ulahnya tersebut. "Saya minta maaf jika saya telah menyinggung siapapun," tulis dia dilansir dari RTE Sport, Selasa (2/12).

Pada Senin malam waktu setempat, pemain asal Italia itu mengunggah karakter Nintendo Super Mario yang memuat tulisan "Melompat seperti orang hitam dan meraih uang seperti Yahudi,". Ia lantas mendapat banyak kritik atas ulahnya tersebut dan menghapus gambar itu dari instagramnya pada Selasa pagi.

Menanggapi kritik yang tertuju padanya, Baloteli menyanggah telah melakukan sindiran terhadap Yahudi melalui akun Twitter miliknya. Dalam kicauannya dia menulis "Ibu saya adalah Yahudi, tolong semuanya diam," kata dia seperti dilansir dari The Guardian.

Ia juga menjelaskan, bila tidak semua orang Meksiko memiliki kumis, tidak semua orang kulit hitam dapat melompat tiggi dan tidak semua orang Yahudi mencintai uang. Hal itu dilakukan karena kicauannya di akun twitternya yang berbunyi;
"Jadilah seperti Mario. Dia seorang tukang ledeng Italia, dibuat oleh orang-orang Jepang yang berbicara Bahasa Inggris dan tampak seperti Meksiko,".

Berniat memberikan lelucon anti-rasis, sayangnya, kicauan tersebut membuatnya semakin dalam masalah. Ia juga meminta maaf dan menyadari bila tujuannya justru diartikan sebaliknya.

"Saya menggunakan kartun karena saya disebut Super Mario dan saya pikir itu tidak menghina. Sekali lagi, saya minta maaf," ujar dia.

Namun, Federasi Sepakbola Inggris (FA) dikabarkan tetap akan menindak Balotelli dan membuatnya terancam tidak dimainkan selama lima pertandingan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA