Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Astaghfirullah, Telur Penyu Dijual Bebas di Mukomuko

Senin 01 Dec 2014 10:13 WIB

Red: Erdy Nasrul

Kura-kura air tawar Sumsel yang sudah langka

Kura-kura air tawar Sumsel yang sudah langka

Foto: Maspril Aries/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, MUKOMUKO -- Telur penyu sampai sekarang masih dijual bebas di pasar tradisional Kelurahan Koto Jaya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dengan harga Rp5.000 per butir.

Pedagang Telur Penyu di Pasar Tradisional Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, Safi'i, di Mukomuko, Senin, mengatakan telur penyu yang dijualnya itu diperoleh dari nelayan di Desa Pasar Sebelah. "Sebanyak 150 butir telur penyu yang saya jual dengan harga sebesar Rp5.000 per butir," ujarnya.

Telur penyu yang dijualnya itu, katanya, diperoleh dari salah satu oknum warga Desa Pasar Sebelah yang datang mengantarkan langsung telur penyu itu kepadanya. "Orang itu yang datang sendiri mengantarkan telur penyu kepada saya," ujar dia.

Ia mengatakan, saat ini telur penyu yang dibelinya kepada oknum warga tersebut lebih murah dibandingkan minggu sebelumnya. Karena jumlah telur penyu yang didapat lebih banyak. "Modal saya membeli telur penyu tadi pagi sebesar Rp4.000 per butir dan dijual Rp5.000 per butir. Kalau minggu sebelumnya, modalnya saja Rp5.000 per butir dan dijual Rp6.000 per butir," ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah telur penyu yang dijualnya pada minggu lalu sebanyak 80 butir. Sedangkan minggu ini sebanyak 150 butir. Ia menerangkan, hampir setiap minggu dan hari pasar di kecamatan lain di daerah itu , dirinya selalu menjual telur penyu.

Bupati Mukomuko Ichwan Yunus sebelumnya mengimbau agar warga setempat tidak mengambil telur penyu di sepanjang pinggir pantai di daerah itu. "Biarkan penyu itu bertelur sebanyak-banyak di pinggir pantai. Jangan diambil karena dapat mengurangi populasinya," ujarnya.

Pemerintah setempat, kata dia, terus berupaya melestarikan penyu di tempat penangkaran di Desa Ratak Ilir.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA