Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Jalan Putus, Petani Rugi Ratusan Juta

Selasa 25 Nov 2014 14:38 WIB

Red: Chairul Akhmad

Jalan longsor (ilustrasi).

Jalan longsor (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SIMPANG AMPEK – Para petani mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat tidak bisa menjual hasil perkebunan kelapa sawit dan pertanian akibat terputusnya akses jalan letter T menuju Jorong (lurah) Maligi, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat (Sumbar).

"Rata-rata lalu-lintas kendaraan yang membawa kelapa sawit melewati jalan itu setiap hari ada sekitar 50 unit. Jika digabung dengan daerah Jorong Sikilang, lalu-lintas kendaraan bisa 200 per harinya," kata Kepala Jorong (lurah) Maligi, Aljufri, Selasa (25/11).

Ia menyebutkan rata-rata satu kendaraan truk dalam satu hari bisa membawa 15 ton kelapa sawit ke luar Maligi. Jika kondisi ini dibiarkan tentu jumlah kerugian mencapai ratusan juta.

Selain kerugian hasil pertanian, pemilik kendaraan juga banyak mengalami kerugian karena banyak mobil atau truk yang mengalami kerusakan parah karena banyaknya jalan yang berlubang. "Situasi ini harus cepat ditanggulangi jika tidak menginginkan petani mengalami kerugian lebih besar," ujarnya.

Ia menjelaskan jalan letter T dan jalan jalur evakuasi tsunami menuju Jorong Maligi putus total akibat tertimbun lumpur luapan banjir di daerah itu sejak Senin (24/11) malam. Jalan yang tertimbun sekitar empat kilometer menuju Maligi. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak bisa melalui jalan tersebut.

Terputusnya jalan tersebut, kata Aljufri, juga mengakibatkan warga yang menggunakan kendaraan roda empat tidak bisa menuju Maligi atau ke Simpang Ampek. "Tinggi lumpur di jalan itu mencapai paha orang dewasa. Bahkan, air juga menutupi sebagian jalan karena banyaknya lubang-lubang besar," ujarnya.

Selain itu, jalan evakuasi tsunami atau jalan desa menuju Maligi juga rusak akibat banjir. Sekitar tiga kilometer jalan itu rusak dan tidak bisa ditempuh. "Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tsunami tentunya akan sangat susah untuk mengevakuasi warga," katanya.

Pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menindaklanjuti jalan yang putus total ini. Selain itu, pihaknya berharap agar perusahaan PT Gersindo Minang Plantation (GMP) juga ikut membantu dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan lumpur tersebut.





sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA