Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Jokowi Naikkan BBM, Kemana Ideologi Trisakti?

Selasa 18 Nov 2014 23:32 WIB

Red: Erdy Nasrul

Ketua DPP Demokrat Anas Urbaningrum memerhatikan keterangan saksi ahli saat lanjutan sidang lanjutan dugaan suap kasus proyek Hambalang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/9). (Republika/ Wihdan)

Ketua DPP Demokrat Anas Urbaningrum memerhatikan keterangan saksi ahli saat lanjutan sidang lanjutan dugaan suap kasus proyek Hambalang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/9). (Republika/ Wihdan)

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mantan Ketum Demokrat, Anas Urbaningrum, mempertanyakan kemana ideologi trisakti dengan menaikkan harga BBM?

Kritikan itu disampaikannya tertulis dalam akun twitternya yang ditulis admin, Selasa (18/11). Cuitan itu berasal dari tulisan tangannya yang disampaikan kepada admin melalui pengacara.

“Kritik bahkan datang dari politisi PDIP sendiri, seperti Effendi Simbolon dan Rieke Diah Pitaloka. Bahkan sangat keras,” jelasnya.

Kritik yg lebih berwarna ideologis berupa pertanyaan, kemana ideologi Trisakti. Ideologi ini berisi semangat untuk berdaulat di bidang politik, baik dalam negeri maupun luar negeri bahwa tidak bisa orang ngatur Indonesia selain pemerintah dan bangsanya sendiri, lalu berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya.

Apa pun saran, alternatif pemikiran dan kritik, pemerintah sudah memutuskan. Palu sudah diketok. Harga BBM naik.

Anas menyatakan adalah hal biasa kritik bermunculan di saat pemerintah mengeluarkan kebijakan tidak populer, seperti menaikkan BBM. Politisi dan berbagai kalangan akan mengkritik dengan berbagai argumentasi. “Menolak kenaikan harga BBM adalah metode sederhana untuk mendongkrak popularitas politik partai dan para politisi,” imbuhnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA