Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Duh, Return Rata-Rata Reksadana di Bawah Ekspektasi

Kamis 06 Nov 2014 23:38 WIB

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Mansyur Faqih

Reksadana (Ilustrasi)

Reksadana (Ilustrasi)

Foto: Aditya Pradana P/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Return reksadana pada 2014 rata-rata tidak sebaik yang diharapkan. Pengamat pasar uang Reza Priambada mengatakan, secara rata-rata kinerja reksadana jauh di bawah ekspektasi pasar. 

Dia mengatakan, reksadana saham yang diharapkan bisa memberikan return 17-18 persen, rata-rata hanya menghasilkam 15-16 persen sepanjang tahun. Begitu pula dengan reksadana pendapatan tetap yang diprediksi bisa mencapai 15-16 persen full year, hanya mencapai 12-13 persen saja.

Reza mengatakan, kinerja reksadana yang di bawah ekspektasi itu karena faktor pasar dan sentimen dari dalam negeri. Menurutnya, kinerja reksadana lebih tergantung dari bagaimana fund manager mengelola agar return yang didapatkan sesuai yang diharapkan.

Dia mengatakan fluktuasi pasar di tengah ketidakpastian bisa jadi membuat return tidak begitu baik. "Return reksadana sangat tergantung dari fund manager mengelola investasi," kata Reza saat dihubungi.

Tahun depan, Reza memperkirakan, kondisi tidak jauh berbeda. Kecuali, ada kondisi tidak biasa yang membuat investasi menjadi lebih baik. Misalnya, pemerintah merealisasikan proyek invesatsi sehingga ikut berimbas kepada kinerja reksadana. 

Dari ekonomi global, kata Reza, belum begitu terlihat kepastian apakah the Fed akan menaikkan suku bunga. Dari dalam negeri pun belum jelas kapan ada kepastian kenaikan BBM. Ketidakpastian ini bisa dimanfaatkan oleh spekulan sehingga pasar seolah-olah berekasi negatif terhadap keadaan ekonomi. 

Ketika sudah ada kepastian, pengelola bisa lebih cermat dalam memakai strategi untuk mengembangkan investasi yang sudah dititipkan tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA