Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Paus Fransiskus: Teori Big Bang tak Bertentangan dengan Aturan Tuhan

Ahad 02 Nov 2014 05:40 WIB

Rep: C94/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Paus Fransiskus

Paus Fransiskus

Foto: ap

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN -- Paus Fransiskus mengatakan bahwa teori Big Bang tidak bertentangan dengan campur tangan Tuhan sebagai pencipta. Ia juga memperingatkan pengikutnya terhadap salah tafsir dari ayat-ayat Alkitab tentang penciptaan dunia.

"The Big Bang, yang saat ini dianggap sebagai asal usul dunia, tidak bertentangan dengan intervensi kreatif Tuhan, sebaliknya memerlukan itu," kata Paus Francis dikutip dari Al Jazirah, pekan lalu.

"Ketika kita membaca kisah penciptaan dalam kitab Kejadian, kita berisiko berpikir bahwa Allah adalah seorang penyihir, lengkap dengan tongkat sihir, mampu melakukan segala sesuatu. Tapi itu tidak seperti itu," kata pemimpin spritual dari dunia 1,2 miliar umat Katolik.

Ia menyatakan Tuhan menciptakan makhluk hidup dan ia membiarkan mereka berkembang sesuai dengan hukum yang ada. Sehingga makhluk ciptaannya akan berkembang dan mencapai potensi penuh mereka. 

Paus membuat pernyataan tersebut pada hari Senin ketika berbicara kepada anggota Vatikan Kepausan Academy of Science yang bertemu untuk membahas "Konsep berkembang Alam ''. Dia juga mengatakan bahwa evolusi tidak mengesampingkan ciptaan Tuhan. "Evolusi di alam tidak berbeda dengan gagasan (ilahi) penciptaan karena evolusi memerlukan penciptaan makhluk yang berevolusi," kata Paus.

Paus Francis mengatakan bahwa Allah memberikan otonomi kepada makhluk yang ia ciptakan. Proses itu berlangsung selama ribuan tahun sampai mereka menjadi apa mereka sekarang.

Sebelumnya Pemimpin Gereja Katolik itu telah membuat langkah kontroversial lainnya, termasuk penerbitan dokumen rancangan yang mengatakan lembaga keagamaan harus lebih menerima homoseksual.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA