Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Minyak Zaitun Paling Aman Buat Gorengan

Kamis 30 Oct 2014 18:17 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Esthi Maharani

Minyak zaitun

Minyak zaitun

Foto: ,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semua orang rata-rata suka gorengan atau menikmati makanan yang digoreng. Namun, berapa banyak yang tahu bahwa minyak goreng berbeda apalagi yang dilakukan berulang bisa memberi efek berbeda untuk kesehatan?

Studi baru menemukan bahwa, dibandingkan minyak biji, minyak zaitun paling stabil disuhu tinggi dan dengan demikian lebih bagus untuk menjaga kesehatan.

Penulis utama, Akram Zribi, seorang mahasiswa pascasarjana di Ecole Nationale d'Ingenieurs de Sfax mencatat perbedaan signifikan antara minyak zaitun dan minyak biji secara fisik, kimia, dan sifat nutrisinya yang berubah ketika dipanaskan.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui minyak mana yang paling stabil pada suhu tinggi dengan penggunaan berulang. Sebab, banyak orang menggunakaan minyak goreng yang sama beberapa kali untuk menggoreng

Dilansir dari Medical News Today, Kamis (30/10), tim memasak kentang goreng di dalam empat minyak olahan berbeda, yaitu minyak zaitun, jagung, kedelai, dan bunga matahari. Mereka digoreng dengan tiga metode, yaitu pada suhu 320'F, 374'F dan 356'F. Hal yang sama diulangi selama 10 kali dengan minyak bekas gorengan secara berulang.

Hasilnya, minyak zaitun lebih unggul dibandingkan minyak biji, seperti jagung dan bunga matahari.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bila digunakan sebagai minyak goreng, minyak zaitun secara keseluruhan dan kimiawi lebih stabil dari minyak biji. Penulis mencatat bahwa minyak zaitung menangkal kerusakan oksidatif dan kadar asam translemak dan persentase senyawa polarnya ditemukan lebih rendah pada suhu 160'C atau 320'F selama menggoreng.

Kesimpulannya, minyak zaitun lebih unggul untuk menggoreng makanan karena mempertahankan kualitas gizi lebih baik. Minyak zaitun juga bisa membalikkan sindrom metabolik yang menyebabkan penyakit diabetes dan kardiovaskular.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA