Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Pariwisata Banten Terkendala Jalan Mulus

Jumat 24 Oct 2014 21:50 WIB

Rep: C81/ Red: Winda Destiana Putri

Mercusuar Anyer, Banten.

Mercusuar Anyer, Banten.

Foto: ROL/Kingkin Jiwanggo

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Meski Provinsi Banten memiliki potensi pariwisata yang tinggi, namun masih terkendala infrastruktur jalan. Terutama wisata alam yang berada di kawasan Utara dan Selatan Banten.

"Di Banten ada sekitar 526 destinasi wisata mulai dari wisata alam, wisata ziarah dan wisata belanja. Tapi memang dari segi infrastruktur belum sesuai harapan, penataan objeknya belum maksimal," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Hj Endrawati saat mengelar dialog di acara Gebyar Wisata Banten 2014 yang diselengarakan di Tangcity Mall, Kota Tangerang, Jumat (24/10).

Endarwati menambahan, dari ratusan objek wisata tersebut, yang paling banyak dikunjungi adalah wisata pantai seperti Pantai Anyer, Carita dan Sawarna. Kedua adalah wisata buatan seperti rekreasi kolam renang dan taman bermain. Sementara jumlah pengunjung pariwisata di Banten tahun 2013 mencapai 18 juta orang.

"Secara destinasi, akses jalan ini kebanyakan bukan kewenangan Provinsi, melainkan pemerintah kabupaten/kota. Contohnya di Pantai Sawarna, itu jalannya parah sekali, cuma memang itu kewenangan Pemkab Lebak," katanya.

Meski demikian, kata Endarwati, pihaknya terus memelakukan berbagai upaya agar kawasan wisata yang ada semakin dikenal dan banyak dikunjungi. Salah satunya dengan kegiata Gebyar Wisata Banten yang digelar di tiap daerah. Apalagi menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015, yang akan menarik jumlah pengunjung wisatawan mancanegara.

"Perlu ada kerjasama lintas program dengan berbagai instansi, Pemprov tidak bisa sendiri. Sampai saat ini kita terus promosi dan melakukan terobosan-terobosan di bidang budaya agar potensi wisata kita nsemaki berkembang," jelasnya.

Sementara Dirut Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Tangsel Kusmayadi mengatakan, Untuk mendorong suatu kawasan strategis pariwisata, semestinya seluruh SKPD pemerintah ikut serta membangun sifastruktur.

"Perlu ada intergasi dari program-program yang dibutuhkan. Dinas Pekerjaan Umum nyiapin jalan, Dinas Pertamanan nyiapin taman-taman terbuka. Ketika sudah jadi, maka tugas Dinas Parisiwata yang memasarkan," jelasnya.

Selama ini dia melihat, bahwa wisata dan budaya banten yangt bagus dan beraneka ragam, hanya saja aksebilitasnya yang kurang memadai. Hal ini menyebabkan kawasan pariwisata tidak bisa berkembang maksimal. Dicontohkannya untuk menuju Pantai Sawarna, pengunjung  lebih memilih memutar lewat Sukabumi dari pada lewat kota/kabupaten di Banten.

"Orang lewan Sukabumi karena evektifitas waktu lebih cepat, walau dari segi jarak lebih jauh. Bayangkan kalau satu keluarga ke Sawarna, tapi makan siangnya di Sukabumi, beli oleh-oleh di Pelabuhan Ratu. Tapi kalau infrastrukurnya bagus, mereka belanja oleh-oleh bisa di Pandeglang atau Labuan, kawasan sekitar dapat keuntungan ekonomi,” jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA