Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Irman: Tiga Kesenjangan, Tantangan Untuk Jokowi JK

Kamis 23 Oct 2014 20:00 WIB

Rep: niken paramita/ Red: Taufik Rachman

Ketua DPD RI, Irman Gusman

Ketua DPD RI, Irman Gusman

Foto: Agung Supriyanto/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman berharap pemerintahan baru Joko Widodo - Jusuf Kalla mampu menjawab tiga tantangan terbesar dalam pembangunan nasional. Yakni kesenjangan wilayah, kesenjangan ekonomi, dan kesenjangan pendapatan pusat dan daerah.

Menurutnya saat ini 80 persen pembangunan Indonesia masih berpusat dipulau Jawa. Di daerah, pertumbuhan ekonominya hanya berkisar 3-4 persen. Padahal daerah-daerah di luar Jawa juga memiliki potensi pembangunan yang lebih besar.

Untuk memperkecil kesenjangan wilayah, Irman menuturkan pembangunan baiknya digiatkan diwilayah timur. "Ke depan kita mau pembangunan timur Indonesia. Pembangunan timur itu bukan cuma untuk orang timur tapi untuk Indonesia," kata Irman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (23/10).

Pembangunan wilayah timur ini sekaligus mampu meratakan pembangunan nasional. Yang akhirnya juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.Dengan pemerataan pembangunan daerah secara otomatis kesenjangan pendapatan pusat dan daerah juga akan semakin tipis.

Irman menambahkan, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia memang sudah cukup tinggi. Namun pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dirasa tidak cukup berkualitas. Lantaran pertumbuhan hanya terjadi disektor-sektor modern seperti transportasi, komunikasi, dan jasa yang berpusat di kota-kota besar. Sementara ekonomi daerah paling besar disokong dari sektor tradisional seperti pertanian dan kelautan.

"Ke depan menurut saya sektor-sektor itu yang perlu didorong seperti pertanian dan kemaritiman karena itu yang ada di desa. Pembangunan diluar Jawa ditingkatkan," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA