Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Jokowi: Kita Terlalu Lama Memunggungi Laut

Senin 20 Oct 2014 11:48 WIB

Red: Bayu Hermawan

Joko Widodo (Jokowi) membacakan pidato pertamanya sebagai Presiden RI, Senin (20/10)

Joko Widodo (Jokowi) membacakan pidato pertamanya sebagai Presiden RI, Senin (20/10)

Foto: ap

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya usai dilantik di Gedung DPR/MPR RI, Senin (20/10). Dalam pidatonya, Jokowi menekankan komitmennya untuk memajukan sektor maritim.

Dengan mengutip semboyan "Jalesveva Jayamahe" yang berarti di laut kita jaya, Jokowi mengatakan bangsa Indonesia sudah terlalu lama melupakan pentingnya pembangunan dan memajukan sektor maritim. Padahal dua pertiga wilayah NKRI merupakan laut.

"Kita terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudera. Kita akan mengembalikan semua," katanya.

Jokowi berjanji akan mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara maritim dengan memanfaatkan laut, teluk dan selatnya. Ia pun mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama bekerja demi kemajuan bangsa Indonesia.

Jokowi juga mengutip pernyataan mantan Presiden Sukarno yakni jiwa Cakrawati yang berarti jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan hempasan ombak yang mengulung.

"Kita harus memiliki jiwa laut yang berani mengarungi samudera dengan gelombang yang menggulung, naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama Republik Indonesia. Kita akan menghadapi gelombang dan badai samudera dengan kekuatan sendiri. Saya akan berdri bersama rakyat dan konsitusi," katanya.

"Saya merasakan kehadiran untuk bekerja dalam menjalankan tugas, saya yakin akan semakin kuat jika semua rakyat bekerja dan memanggul mandat, bahu membahu dan bergotong royong," jelasnya.

Seperti diketahui, Jokowi menambah satu posisi menteri koordinator dalam kabinetnya yakni Kementerian Koordinator Kemaritiman. Jokowi dan JK hari ini resmi dilantik sebagai Presiden ke-7 dan Wapres ke-12 Republik Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA