Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

550 Mahasiswa Australia akan Kuliah di Indonesia Tahun Ini

Sabtu 18 Okt 2014 07:12 WIB

Rep: Yulianingsih / Red: Hazliansyah

Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada

Foto: en.wikipedia.org

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Mahasiswa Australia yang berkuliah di Indonesia dari tahun ke tahun semakin banyak. Tahun ini, sedikitnya akan ada 550 mahasiswa baru dari Australia yang akan menempuh study di Indonesia. 

"Sebagian besar dari jumlah itu akan berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta," ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriaty saat berkunjung ke UGM, Jumat (17/10).

Kedatangan duta besar Ausralia tersebut dalam rangka peluncuran program beasiswa New Colombo Plan (NCP) untuk mahasiswa Australia.

Menurunya, NCP bertujuan membantu meningkatkan pengetahuan mahasiswa Australia mengenai kawasan Asia Pasifik. Mahasiswa yang mengikuti program ini akan memperoleh dana sebesar 100 juta dolar Australia selama 5 tahun dalam betuk beasiswa. 

Dengan NCP, para penerima bisa menggunakan untuk program semester, program short course, program magang dan mentorships di empat negara, yakni Indonesia, singapura, Jepang dan Hongkong.

Di Indonesia, program ini diluncurkan di UGM. Launching beasiswa NCP merupakan kerjasama Universitas Gadjah Mada, The australian Consortium of 'In-Country' Indonesiaan Studies (ACICIS) dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Menurutnya, pihaknya sangat perlu mengenal lebih dekat negara-negara di kawasan Asia Pacific. Karena dengan mendatangi langsung dan bertemu dengan banyak orang menjadi hal mendasar dalam membangun kerjasama antarnegara.

"Melalui New Colombo Plan memungkinkan perubahan yang signifikan dalam pemikiran warga Australia dan mereka dapat belajar dari Indonesia dan sebaliknya," katanya.

Sementara itu Rektor UGM,  Pratikno mengatakan, pihaknya semakin senang dengan  banyaknya mahasiswa Australia yang menempuh study di Indonesia termasuk UGM. 

"Kita percaya dengan persahabatan people to people dalam diplomasi yang akan memberi manfaat untuk kedua belah pihak", katanya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA