Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Pelantikan Jokowi

Polda Jabar Sekat Pergerakan Massa di Sembilan Wilayahnya

Jumat 17 Oct 2014 21:05 WIB

Rep: Muhammad Iqbal/ Red: Joko Sadewo

 Massa relawan Jokowi menggunakan topeng dalam aksi menyambut pelantikan presiden terpilih Jokowi di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (15/10).   (Republika/ Tahta Aidilla)

Massa relawan Jokowi menggunakan topeng dalam aksi menyambut pelantikan presiden terpilih Jokowi di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (15/10). (Republika/ Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Polda Jawa Barat akan melakukan menyekatan terhadap sembilan wilayah yang kemungkinan melakukan pergerakan massa. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi pergerakan massa menjelang Sidang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2014-2019.

Kapolda Jabar M Iriawan mengatakan Kesembilan wilayah itu meliputi Karawang, Purwakarta, Bogor kota, Bogor kabupaten, Cianjur kota, Sukabumi kota, Sukabumi kabupaten, Bandung kabupaten dan Bandung kota.  Tak kurang dari 12.250 personel telah disiapkan di titik-titik pergerakan massa.  "Pada dasarnya kita sudah siap untuk melakukan penyekatan," ujar Iriawan, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jumat (17/10).

Jika massa tetap berkeinginan masuk ke ibu kota, kata Iriawan, polisi akan melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang-barang yang dibawa.  Tujuannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Tapi, Insya Allah dari laporan intelijen, dari 1.200 orang yang mau berangkat untuk pesta rakyat, kemarin tadi tinggal 600 orang.  Kemungkinan karena keefektifan polres mendekati relawan dan tim sukses.  Terima kasih kami kepada masyarakat yang mengerti," kata Iriawan. 

Lebih lanjut, Iriawan mengatakan, hingga mendekati hari H pelantikan, Polda Jabar beserta jajaran akan terus mengimbau agar massa untuk tidak ke Jakarta demi menyaksikan pelantikan Jokowi-JK.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA