Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Tantangan Aplikasi Digital Bantu Tingkatkan Pelayanan di Canberra

Rabu 15 Oct 2014 21:37 WIB

Red:

abc news

abc news

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Dua kelompok pengembang aplikasi inovatif  berhasil menemukan cara agar pelayanan pemerintah ACT bisa lebih efisien.

Tantangan Digital Canberra yang digelar oleh Pemerintah ACT memilih dua pemenang  dari kelompok pengembang aplikasi digital pemula berdasarkan solusi aplikasi untuk meningkatkan sejumlah layanan yang paling sering digunakan di Canberra.  Salah satu pemenang yakni Tim Digital Imagine menawarkan aplikasi 'ID Digital' yang mampu meleburkan kartu untuk bus, perpustakaan, dan layanan pemerintah lainnya ke dalam satu aplikasi di smartphone.

 Pencipta aplikasi kartu digital ini,  Zakaria Bouguettaya mengatakan, ide aplikasi ini datang dari keinginannya menyingkirkan dompet yang berantakan karena tumpukan kartu didalamnya. "Aplikasi dompet digital ini, bukan tempat untuk menyimpan uang tapi anda bisa menyimpan kartu di dalam dompet digital ini," ujarnya baru-baru ini.

"Ide aplikasi  ini pada tingkat teringgi adalah penggunanya bisa menyimpan kartu kredit dan kartu bus MyWay dalam satu tempat dan bisa mengakses kartu-kartu tersebut," ujarnya.

Purwarupa dari aplikasi dompet digital menggabungkan kartu MyWay dan SIM di Negara Bagian ACT sehingga penggunanya hanya perlu menggesek, memindai atau mengakses kartu itu hanya dengan menggunakan telepon mereka. 

"Saat ini kita memang hanya memiliki dua layanan tapi aplikasi ini bisa diperpanjang untuk layanan lainnya," katanya. 
Bouguettaya mengatakan, gagasan itu bisa diperluas untuk layanan pemerintah maupun non pemerintah. Pengembang aplikasi yang menduduki posisi pemenang kedua menjadikan pengalaman di rumah sakit sebagai gagasan untuk menciptakan aplikasi yang memudahkan pasien maupun staf di rumah sakit.
 
Tim Ainge dari perusahaan pengembang pemula Basement Labs mulai mengembangkan "aplikasi pendamping" di rumah sakit khusus anak yang baru diresmikan. "Kebanyakan pertanyaan yang diajukan orang ketika datang ke rumah sakit itu sama,"
 
"Saya pikir perawat menuliskan jawaban dari pertanyaan yang sama dan pasien kemudian mengajukan pertanyaan yang sama juga." 
 
Karenanya ia menciptakan aplikasi yang bisa merampingkan proses itu untuk semua pihak dengan cara menghimpun jawaban dari pertanyaan yang sama dan membantu keluarga merencanakan kedatangan mereka untuk membesuk pasien.
 
Aplikasi ciptaanya juga membantu pasien menjelajah rumah sakit.
 
"Dengan menggunakan aplikasi telepon selular, merupakan sesuatu yang bisa dimainkan dan mereka bisa menggunakan waktunya untuk melakukan penjelajahan di rumah sakit," katanya.
 
Direktur keperawatan dan kebidanan di Rumah Sakit Perempuan dan Anak Centenary, Katie McKenzie, mengatakan aplikasi ini telah diterima dengan baik. 
 
"Ini menyediakan cara bagi orang tua dan keluarga serta pengunjung rumah sakit untuk mendapat informasi yang lebih baik mengenai apa yang terjadi di rumah sakit ini," katanya.
 
Ainge mengatakan aplikasi ini juga dapat diperluas untuk bangsal dan rumah sakit lain di masa depan. 
 
"Kami  memfokuskan aplikasi ini di rumah sakit anak sebagai bangsal percobaan bagi program percontohan ini," katanya. 
 
Upacara penyerahan penghargaan dari Tantangan Digital Canberra ini diadakan di markas ICT National Australia di Canberra.
Zakaria Bouguettaya dari tim Imagine mengatakan penghargaan ini penting untuk membantu mengembangkan Canberra sebagai Kota Digital dan memperkuat pelayanan pemerintah.
 
"Biasanya ketika berbicara mengenai inovasi kita jarang terpikir tentang pemerintahan, namun menggabungkan keduanya ternyata merupakan ide yang menarik," katanya.
 

Tim Ainge from the start-up company Basement Labs developed the

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA