Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

600 Perajin Batik Tulis Siap Hadapi MEA

Sabtu 11 Oct 2014 11:40 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Batik tulis/ilustrasi

Batik tulis/ilustrasi

Foto: Edy Yusuf/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 600 perajin batik tulis di Wukirsari Imogiri Bantul Jogyakarta, menyatakan siap menghadapi persaingan pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, karena produk tradisional ini memiliki ciri khas tersendiri.

"Kami tidak kuatir akan persaingan pasar bebas nanti, karena kualitas dan batik tulis tradisional yang sulit ditiru produk lainnya," kata perajin Batik Suka Maju Wukirsari Imogiri Bantul Jogyakarta, Agus Basuki di Pameran Trade Expo Indonesia 2014, Jakarta, Sabtu (11/10).

Ia mengatakan, Daerah Wukirsari Imogiri Bantul merupakan daerah sentra batik tulis di Jogyakarta, dan pengerjaan batik tersebut telah dilakukan dari dahulu hingga sekarang diwariskan secara turun-temurun, sehingga kelestarian membatik tetap lestari.

"Selama ini, pembeli dari luar negeri seperti Jepang, Amerika Serikat, Afrika dan negara lainnya yang datang membeli langsung hasil batik perajin, sehingga perajin tidak perlua kuatir pada pasar bebas nanti," ujarnya.

Saat ini, kata dia, permintaan batik tulis pasar internasional didominasi dari pasar Jepang yang mencapai 100 lembar per bulan, Amerika Serikat 50 lembar per bulan, Afrika sebanyak 50 lembar per bulan dan pasar Belanda sebanyak 50 lembar perbulan dan pasar negara lainnya.

"Selama ini, pangsa pasar batik tulis ini dari kalangan ekonomi menengah ke atas, karena harga batik ini cukup tinggi dari Rp 300 ribu per lembar hingga Rp 10 juta per lembar tergantung jenis motif batik yang diminati konsumen," ujarnya.

Demikian juga, perajin batik tulis Kota Mojokerto, Bu Dar, menyatakan MEA tidak mempengaruhi usahanya yang telah ditekuni secara turun temurun tersebut.

"MEA tidak masalah, karena sejak 2000 hingga saat ini pemasaran batik tulis lebih banyak dipasarkan di pasar luar negeri," ujarnya.

Bahkan sebaliknya, kata dia, diberlakukannya MEA ini malah akan menguntung para perajin batik tulis, karena pengusaha akan lebih bebas membeli berbagai produk batik tulis yang bermotif unik misalnya, wayang, sekar jagad, sido asih, wahyu temurun, teripang, truntum dan lainnya.

"Pengerjaan satu helai kain batik tulis bisa mencapai satu hingga dua bulan tergantung motif dan tingkat kesulitan motif tersebut," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA