Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Ibas: Publik Tidak Perlu Khawatir Isu Penjegalan Jokowi-JK

Jumat 10 Okt 2014 15:00 WIB

Red: Citra Listya Rini

Sekjen Partai Demokrat, Edhie baskoro Yudhoyono alias Ibas

Sekjen Partai Demokrat, Edhie baskoro Yudhoyono alias Ibas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan partainya mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pada 20 Oktober 2014, dan meminta masyarakat tidak perlu takut terkait isu pemakzulan.

"Partai Demokrat akan mendukung terlaksananya agenda nasional yaitu pelantikan presiden terpilih yang dijadwalkan 20 Oktober 2014. Publik tidak perlu khawatir terkait merebaknya isu penjegalan pelantikan presiden terpilih Jokowi-JK," kata Ibas dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Ibas menegaskan tidak ada niatan dari Partai Demokrat untuk menjegal pelantikan apalagi ngerecoki pemerintahan presiden terpilih Jokowi-JK. Dia yakin segenap komponen bangsa yang peduli dengan masa depan Indonesia akan menyukseskan pelantikan presiden terpilih khususnya lembaga tinggi negara MPR yang belum lama ini diambil sumpahnya.

"Para pimpinan MPR RI yang baru disumpah melalui proses yang sangat demokratis juga pasti berfikir jernih melihat masa depan bangsa yang terpenting," ujar Ibas.

Ketua Fraksi PD di DPR itu mengatakan partainya akan terus konsisten dengan posisinya sebagai partai penyeimbang yang akan mengawal agenda nasional bisa berjalan sesuai konstitusi. Menurut Ibas posisi PD tentu akan menjadi penyeimbang yang objektif serta berdiri bersama rakyat untuk kemajuan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Posisi sebagai penyeimbang itu akan kami lakukan meskipun Demokrat tidak masuk Koalisi Merah Putih (KMP) atau Koalisi Indonesia Hebat (KIH), Ibas meminta pemerintahan baru yang akan dilantik bisa menjalankan agenda pembangunan nasional yang pro rakyat.

Dia mengatakan Demokrat bisa mengkritisi secara konstruktif dan tentu bisa menentang pemerintah ke depan ketika kebijakan atau programnya tidak pro-rakyat. "Sebaliknya kami akan mendukung pemerintah sepenuhnya jika kebijakan atau programnya tepat dan pro rakyat," kata Ibas.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA