Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Pengamat: Tak Mudah Jegal Program Pemerintahan Jokowi

Jumat 10 Oct 2014 10:26 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Pengumuman Jumlah Kabinet. Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla menggelar konferensi pers di Rumah Transisi, Jakarta, Senin (15/9). Dalam konferensi pers ini Jokowi-JK mengumumkan komposisi kuantitatif dari kabinetnya tetap 34 p

Pengumuman Jumlah Kabinet. Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla menggelar konferensi pers di Rumah Transisi, Jakarta, Senin (15/9). Dalam konferensi pers ini Jokowi-JK mengumumkan komposisi kuantitatif dari kabinetnya tetap 34 p

Foto: Republika/Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI-- Ketua DPD PDIP Sulawesi Tenggara (Sultra) Hugua menyatakan optimistis pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan berjalan lancar dalam mengelola pemerintahan dan menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.

"Saya pikir, selama program pembangunan yang digagas pemerintahan Jokowi-JK berpihak kepada kesejahteraan rakyat Indonesia, siapa pun akan mendukungnya termasuk anggota parlemen," katanya di Kendari, Jumat (10/10).

Ia menanggapi kekhawatiran banyak pihak bahwa pemerintahan Jokowi-JK tidak akan berjalan mulus karena koalisi merah putih (KMP) menguasai parlemen. Menurut dia, soliditas yang dipertontonkan anggota KMP pada perebutan kursi pimpinan DPR dan MPR di gedung DPR RI Senayan Jakarta, tidak akan bertahan lama.

Ketika para anggota parlemen yang rata-rata negarawan dihadapkan dengan pilihan program pembangunan dari pemerintah untuk perbaikan kesejahteraan rakyat, maka sebagian anggota KMP akan mengubah arah koalisi.
Pada kondisi tersebut, katanya, anggota parlemen dari KMP akan mengabaikan kepentingan kelompok dan berkoalisi dengan kepentingan rakyat.

Dalam pandangan Hugua, jika ada anggota KMP yang bersikukuh menghambat program pembangunan yang bisa memakmurkan rakyat, mereka akan berhadapan dengan rakyat. Konsekuensinya, kata dia, para anggota parlemen dari KMP siap-siap untuk tidak dipilih lagi oleh rakyat pada pemilu legilatif yang akan datang.

"Saya pikir tidak ada anggota parlemen yang ingin ditinggalkan massa pemilihnya. Makanya, saya berkeyakinan soliditas anggota KMP hanya menyatu saat pemilihan pimpinan DPR dan MPR," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA