Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Investasi Aman di ORI 011

Senin 13 Oct 2014 09:31 WIB

Red: Mohamad Afif

Menteri Keuangan RI Chatib Basri, Dirjen Pengelolaan Utang Robert Pakpahan bersama dengan 21 Agen Penjual SUN Ritel 2014 dalam pembukaan masa penawaran ORI seri 011

Menteri Keuangan RI Chatib Basri, Dirjen Pengelolaan Utang Robert Pakpahan bersama dengan 21 Agen Penjual SUN Ritel 2014 dalam pembukaan masa penawaran ORI seri 011

Foto: BCA

REPUBLIKA.CO.ID, Dewasa ini, investasi di ORI (Obligasi Ritel Indonesia) mulai digemari masyarakat, selain untuk meraih sejumlah keuntungan, berinvestasi sambil membantu program nasional pemerintah, tentu akan menjadi momen luar biasa. Investasi berupa Obligasi Negara Ritel memang ditujukan untuk individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual di Pasar Perdana.

Obligasi Negara Ritel merupakan surat pengakuan utang jangka panjang di atas 12 bulan yang dijual kepada individu atau perseorangan warga negara Indonesia melalui agen penjual yang terdiri dari bank umum dan perusahaan efek. Tujuan pemerintah menerbitkan ORI adalah untuk memperluas basis investor di dalam negeri dan mengubah tren di masyarakat dari saving oriented menjadi investment oriented sehingga dapat memperkuat pasar modal dan menjaga keseimbangan kekuatan antar pasar modal dan bank.

Pada tahun ini, penerbitan SUN Ritel, yaitu SBR001 dan ORI011 mengusung tema "Selamatkan Air Bumi" yang diwujudkan dengan aksi kepedulian berupa pembuatan lubang biopori. Sebagian hasil penjualan SBR001 oleh agen penjual telah disisihkan untuk pembuatan 2.000 lubang biopori di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat. Sedangkan, sebagian hasil dari penjualan ORI011 direncanakan akan digunakan untuk membuat tambahan 4.000 lubang biopori lagi.

Masa penawaran ORI011 sampai dengan 16 Oktober 2014, tanggal penjatahan 20 Oktober 2014, tanggal setelmen 22 Oktober 2014, tanggal jatuh tempo 15 Oktober 2017, holding period satu periode pembayaran kupon pertama, ORI011 baru dapat dipindahbukukan pada 15 November 2014, minimum pemesanan Rp 5 juta, maksimum pemesanan Rp 3 miliar, tingkat kupon 8,5persen per tahun, pembayaran kupon tanggal 15 setiap bulan, pembayaran kupon pertama kali 15 November 2014.

Tujuan penerbitan ORI011 adalah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2014 dan mengembangkan pasar Surat Utang Negara (SUN) domestik melalui diversifikasi instrumen sumber pembiayaan dan perluasan basis investor. Investor individu Warga Negara Indonesia merupakan sumber pembiayaan pembangunan dari dalam negeri yang sangat potensial, yang juga sangat berperan dalam mendukung ketahanan pasar keuangan Indonesia. Melalui ORI011, Warga Negara Indonesia diberi kesempatan untuk berperan dalam pembiayaan pembangunan sekaligus memperoleh pendapatan melalui kegiatan investasi pada instrumen yang aman.

"Berinvestasi di ORI itu risk free (dari sisi gagal bayar). Di samping itu, ORI merupakan salah satu langkah pemerintah untuk terus melakukan pendalaman di pasar domestik. Karena itu saya sangat berharap bahwa upaya kita dengan launching ORI 011 ini akan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Seperti penjualan tahun lalu yang terbilang bagus, mudah-mudahan tahun ini akan lebih baik karena situasinya jauh lebih stabil dibandingkan dengan tahun lalu," ungkap Menteri Keuangan RI Chatib Basri pada acara pembukaan masa penawaran ORI 011 di Hutan Kota Srengseng.

Tingkat kupon yang ditawarkan di ORI pun biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga deposito yang ditawarkan bank milik pemerintah. Selain itu investasi ORI pun terbilang likuid karena bias diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum tanggal jatuh tempo dengan harga kompetitif. Namun penjualan di pasar sekuder baru bisa dilakukan setelah  pembayaran kupon pertama, atau setelah tanggal 15 November 2014. Kupon akan dibayarkan tanggal 15 setiap bulannya ke rekening dana tunai investor.

Berbicara soal keuntungan tentunya tidak boleh melupakan faktor risiko yang bisa terjadi. Salah satu risiko yang bisa dihadapi investor diantaranya risiko pasar apabila investor menjual ORI di pasar sekunder lebih rendah dari harga belinya. Selain itu ada juga risiko likuiditas apabila terjadi kesulitan dalam menjual ORI dengan harga yang wajar di pasar sekunder. Namun, Karena mendapat jaminan negara, maka investasi di ORI tidak akan mengalami risiko gagal bayar karena nilai pokok dan kupon dijamin hingga jatuh tempo.

Masyarakat yang berminat membeli ORI011 dapat menghubungi 21 agen penjual yang telah ditunjuk. Salah satunya adalah PT. Bank Central Asia, Tbk. (BCA). Sebagai agen penjual ORI011, BCA membuka peluang lebar bagi para calon investor untuk ikut berinvestasi di ORI011. Investor dapat membeli ORI011 perdana dengan datang ke kantor cabang utama BCA atau BCA Prioritas terdekat pada saat masa penawaran 1-16 Oktober 2014.

Investor terlebih dahulu membuka rekening dana dan rekening surat berharga di BCA kustodian serta menyediakan dana sesuai pemesanan. Selanjutnya investor harus mengisi formulir pemesanan beserta kelengkapannya dan melampirkan KTP. Setelah proses administrasi selesai maka investor akan menerima tanda bukti pemesanan. Sementara itu, penjatahan dan setelmen masing-masing akan dilakukan pada 20 dan 22 Oktober 2014.

Raih sejumlah keuntungan dengan membeli ORI011 perdana di BCA. Anda bisa mendapat cashback untuk pembelian diatas nominal Rp500 juta, bebas biaya pembukaan rekening efek, bebas biaya penyimpanan efek sampai dengan jatuh tempo. ORI juga dapat dijadikan jaminan kredit.

Selain itu, jika investor hendak menjual ORI 011 di pasar sekunder maka transaksi bisa dilakukan di counter BCA Prioritas dengan harga yang kompetitif, selanjutnya dana akan masuk ke rekening pada T+2 (hari bursa). Investor pun dibebaskan dari biaya pengiriman surat konfirmasi jual/beli dan biaya transfer kupon per bulan. Adv

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA