Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

money savvy

Menabung Haji Selagi Muda

Selasa 07 Oct 2014 12:00 WIB

Red:

Menunaikan ibadah haji menjadi impian setiap Muslim. Akan tetapi, untuk melaksanakan rukun Islam kelima ini tentunya harus mempersiapkan ragam keperluan. Salah satunya biaya terbang dan akomodasi ke Tanah Suci.

Tidak sedikit dana yang harus dipersiapkan. Biasanya tabungan haji dipersiapkan mereka yang sudah memiliki kehidupan mapan. Namun, bagaimana untuk para first jobber atau mereka yang baru bekerja? Mungkinkah bisa menabung untuk naik haji?

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto:Prayogi/Republika

Tak ada yang tak mungkin selama niat sudah tertanam. Meski baru masuk kerja alias first jobber dan berpenghasilan pas-pasan, tidak masalah bagi seorang pegawai baru memiliki tabungan haji. "Kalau dibilang bisa atau tidak bisa, tergantung niat," kata perencana keuangan Mike Rini Sutikno.

Selain niat, juga perlu mempertimbangkan beberapa prioritas yang harus terpenuhi. Baru memulai karier tentunya seseorang masih belum memiliki ragam fasilitas. Sehingga, harus bisa memenuhi kebutuhan yang menjadi prioritasnya.

Seperti yang dilakukan Nur Indah Kurniawati. Perempuan kelahiran Yogyakarta, 26 September 1980, ini sudah membuka tabungan haji sejak usia 25 tahun. Kala itu perempuan yang akrab disapa Nurin tersebut baru saja menikah. Lalu, ia dan suami berpikir untuk membuka tabungan haji bersama-sama di bank yang sama.

Keinginan membuka tabungan haji setelah menikah lantaran saat masih lajang, ia belum terpikir untuk membuka tabungan haji. Namun, setelah lulus kuliah dan menikah, keinginan tersebut muncul. Hal itu mereka realisasikan sekitar tahun 2006 atau delapan tahun yang lalu. Alasan utama mereka karena ingin naik haji selagi muda, saat belum banyak kebutuhan untuknya, suami, dan anak-anak.

Ia dan suami menabung masing-masing sebesar Rp 350 ribu per bulan atau lebih. Mereka menyisihkan dari gaji bulanan suami yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Namun, ia mengaku belum menabung secara rutin setiap bulan. Sehingga, tabungannya dan suami sama-sama belum mencapai Rp 25 juta.

Alhasil mereka belum mendapatkan nomor porsi haji untuk mendapatkan daftar tunggu. "Saat ini masih kurang masing-masing Rp 10 juta," ujar perempuan yang sibuk berjualan alat dapur secara online lewat Instagram @tokombaknurin dan website www. tokombaknurin.tumblr.com.

Sebenarnya, kalau dilihat dari jumlah tabungan hajinya saat ini, Nurin dan suami bisa mengambil dana talangan haji. Namun, mereka tak mau mengambilnya dengan berbagai pertimbangan. Alasan utamanya karena mereka tak ingin berhaji dengan cara berutang.

Tidak rutinnya Nurin dalam mengisi tabungan hajinya karena terbentur banyak keperluan lain yang lebih mendesak. Misalnya, untuk biaya operasi sesar kelahiran anak ketiganya tahun 2011. Juga, untuk biaya sekolah ketiga anandanya.

Selain itu, juga untuk biaya akikah anandanya. "Tapi, sekarang mulai agak longgar keperluannya. Insya Allah tahun depan lunas tabungan hajinya. Sudah sangat ingin ke Tanah Suci," kata perempuan yang gemar memotret ini.

Selain Nurin, perempuan muda yang juga sudah membuka tabungan haji, yakni Bunga. Ia membuka tabungan haji awal tahun lalu. Ia rutin menabung Rp 200 ribu setiap bulannya yang ia sisihkan dari gajinya sendiri.

Bunga mengaku membuka tabungan haji saat usianya masih muda karena biaya naik haji saat ini tidak murah. Maka, ia menyiasatinya dengan menabung sejak dini. Alasan lainnya karena daftar tunggu keberangkatan yang cukup panjang. Kalau sudah mendapatkan nomor porsi, ia bisa mempersiapkan yang lain sambil menunggu saatnya berangkat ke Tanah Suci. "Terinformasi tahun ini sampai lima tahun masa tunggunya," katanya.

Bunga membuka tabungan haji sendiri, tidak bersama suami. Tapi nanti ketika dana tabungan haji dirinya sudah cukup, ia akan membuka lagi untuk suami. "Insya Allah inginnya selagi muda berhaji berdua suami."

Dana Darurat Dulu

Bagi para first jobber yang berniat mencicil dana haji, ada beberapa aturan main yang perlu diingat. Sebelum memiliki tabungan haji, tentunya harus memiliki dana darurat terlebih dahulu. Besarnya sekitar tiga kali lipat dari take home pay harus terpenuhi. Dana ini nantinya bisa dipergunakan untuk keperluan darurat. Misalnya, untuk musibah, sakit, atau lainnya.

Setelah itu, para pekerja muda yang berstatus belum menikah merasa perlu menyiapkan dana menikah dan hari tua alias dana pensiun. Minimal 10 persen dari penghasilan juga ditabung untuk dana menikah. Dana lain mungkin saja keinginan untuk memiliki kendaraan atau rumah.

Apabila semua itu terpenuhi maka bisa memasukkan bujet untuk tabungan haji sebesar 10 persen dari gaji. Tentunya perlu ada usaha ekstra mengerem pos hiburan dan belanja.

Ketika membuat tabungan haji, pilihlah jenis bank syariah. Jenis tabungan bisa berupa tabungan haji atau reksa dana syariah. "Apabila ingin berbentuk investasi, juga bisa," kata Mike Rini, perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Financial and Business Advisory ini.

Misalnya, reksa dana atau logam mulia, seperti emas. Ketika sudah memutuskan membuat tabungan haji, sebaiknya niatkan agar tidak menggunakannya meski untuk keperluan mendadak. Itu sebabnya dana darurat harus ada terlebih dahulu sebelum membuat tabungan haji.

Nah, berikut ini tips mudah menyiapkan tabungan haji.

-  Sebelum membuat tabungan haji, tetapkan waktu keberangkatan. Misalnya, merencanakan untuk pergi haji 10 tahun mendatang. Semakin panjang waktunya, tentunya makin bisa menabung lebih besar. Apabila masih memiliki waktu yang lama, gunakan investasi jangka panjang sebagai tabungan.

-  Tetapkan jenis berhaji. Menentukan jenis haji yang akan digunakan, apakah haji reguler atau khusus sehingga bisa memperkirakan biaya yang diperlukan.

-  Jangan lupa menghitung inflasi. Dana haji tahun ini dan 10 tahun mendatang tentunya berbeda. Jangan sampai terlena menabung dengan ongkos naik haji ketika baru pertama kali memulai menabung, sedangkan 10 tahun mendatang ongkosnya sudah naik. Asumsi umum untuk inflasi sekitar 10 persen per tahun.

-  Teman pergi haji. "Hal ini sering terlupakan," ujar Mike. Naik haji tidak mungkin sendirian. Apabila seorang first jobber sudah menabung untuk naik haji sejak masih single, pikirkan biayanya untuk dua orang sekaligus. Sebab nantinya ketika ia naik haji tentu akan membawa pasangan hidup.

rep:nora azizah/dessy susilawaty ed: endah hapsari

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA