Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Penambangan Emas Ilegal di Solok Selatan Sangat Meresahkan

Selasa 30 Sep 2014 21:13 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Seorang pekerja beraktifitas penambangan emas secara tradisonal di Kelurahan Poboya, Palu Timur, Sulawesi Tengah, Kamis (12/4). tambang emas tersebut luasyna sekitar 12 hektar yang berlokasi sekitar delapan kilometer dari pusat kota Palu ini menjadi pertam

Seorang pekerja beraktifitas penambangan emas secara tradisonal di Kelurahan Poboya, Palu Timur, Sulawesi Tengah, Kamis (12/4). tambang emas tersebut luasyna sekitar 12 hektar yang berlokasi sekitar delapan kilometer dari pusat kota Palu ini menjadi pertam

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG ARO -- Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Muzni Zakaria mengatakan aktivitas penambangan emas ilegal di daerah itu sudah sangat meresahkan bahkan badan jalan yang sedang dikerjakan dikeruk dengan ekskavator oleh para penambang.

"Sesuai temuan wakil bupati saat pengawasan proyak Senin menemukan lima titik badan jalan yang dikeruk oleh ekskavator penambang emas liar dan jumlahnya juga sangat banyak," katanya di Padang Aro, Selasa (30/9).

Badan jalan yang digali oleh pelaku penambangan emas ilegal tersebut yaitu di Nagari Lubuak Ulang Aling Induk dan Lubuak Ulang Aling Tengah.

Ia menyebutkan jalan tersebut baru dibuka oleh pemerintah daerah setempat yang nantinya langsung tembus ke Kabupaten Dharmasraya. Ia mengatakan aktivitas penambangan emas liar di Solok Selatan memang belum semuanya bisa diselesaikan dan pemerintah daerah sudah mengupayakan pengurusan izinnya hingga ke kementerian tetapi birokrasi sangat sulit.

"Kami sudah mengupayakan perizinan tambang seperti tambang rakyat tetapi tergenjal di pusat karena birokrasi di sana sulitnya minta ampun," katanya.

Ia berharap pihak Kepolisian selaku penegak hukum segera melakukan penindakan supaya aktivitas pertambangan emas tanpa izin ini bisa diberantas secepat mungkin.

Wakil Bupati (Wabup) Solok Selatan, Abdul Rahman menyebutkan bahwa di lokasi Muaro Batang Sangir tersebut jumlah ekskavatornya sangat banyak. "Kalau puluhan itu masih sedikit yang saya lihat ini jumlahnya ratusan," katanya.

Bahkan karena emosinya, katanya, ada operator ekskavator yang tidak mau berhenti. Dia bahkan mengaku mengajak berkelahi si operator ekskavator tetapi tidak berani. "Karena ada operator yang tidak mau berhenti saya ajak dia berkelahi," katanya.

Ia menjelaskan sebelumnya lokasi pertambangan emas tanpa izin tersebut masih terisolasi dan sekarang dengan sudah adanya jalan bisa diakses dengan cepat dengan terang-terangan pelaku penambangan ilegal bekerja.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA