Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Arsitektur

Sebuah Peninggalan Bersejarah

Ahad 28 Sep 2014 18:56 WIB

Red: operator

Ia tidak berdiri sendiri. Jannat Al Arif adalah situs warisan dunia UNESCO bersamaan dengan Istana Alhambra dan Distrik Albayzin.

Yang paling paling indah dan mengesankan dari taman ini adalah tanaman dan penataannya, kehadiran air dengan permainan dengan cahaya dan suara.

Sebagian Jannat Al Arif merupakan kebun sayuran yang indah. Kebun sayuran itu dipisahkan dinding-dinding tebal. Sisanya, masih bisa terlihat hingga kini. Nama-nama Spanyolnya masih digunakan selama berabad- abad, Colorada , Grande, Fuentepena, dan Merceria. Batas-batas itu masih sama sejak abad pertengahan. Sebuah padang rumput mengelilingi lokasi tersebut di mana kuda- kuda dan binatang ternak meruput dan sang sultan berburu.

Orang-orang Barat menyebut taman ini Generalife. Nama ini sebenarnya menjadi perdebatan. Ada yang mengatakan berasal dari kata jardin (taman) atau Huerta del Zambrero (kebun sayur Zambrero). Di antara sekian kemungkinan itu, yang paling banyak disepakati adalah 'Jardin atau Jardines del Alarif, Jannat Al Arif''.

Setelah penaklukan pada 1492, Monarki Katolik menugasi seorang ahli pertamanan untuk mengawasi kawasan itu dan memper baikinya. Pada 1631 tugas perawatan diserahkan pada keluarga Granada-Venegas hingga 1921, ketika negara itu akhirnya mendapatkan hak pengurusan atas kawasan tersebut.

Ada beberapa titik akses, setidaknya dengan tiga peninggalan bersejarah. Akses paling langsung menghubungkan Generalife Almunia ke Alhambra melalui kebun sayur. Akses lain adalah pagar tempat orang yang merawat taman itu tinggal dan yang masih bisa terlihat dalam Entrance Pavilion. Akses ketiga terletak di Gate of the Rams, di kawasan yang paling tinggi.

Kendati begitu, tur resmi dimulai pada barisan pohon cemara yang ditanam untuk menghromati kunjungan Ratu Isabel II pada 1862.

Dibangun pada abad ke-12 dan 14, Genera life digunakan sebagai tempat tetirah anggota kerajaan Muslim. Taman ini dirancang sebagai vila perdesaan sekitar Alhambara dengan taman dekoratif, petak-petak sayuran dan pohon bebuahan, lapangan, dan bangunan lain.

Jalan masuk ke Jannat Al Arif amat menarik karena dua hal. Pertama, bagian eksteriornya adalah perdesaan, lebih cocok untuk rumah perdesaan ketimbang istana. Di sisi lain, banyak halaman yang harus dilintasi pada ketinggian tanah berbeda untuk mencapai bagian dalam Istana Alhambra. Kebun sayurnya terletak di sisi selatan istana, antara Jalan Pohon Cemara dan Jalan Pohon Walnut, berubah menjadi lanskap taman pada 1930.

Taman Firdaus yang Turun ke Bumi

Keimanan dan aspek geografi, dua faktor paling signifikan dalam desain taman Islam.
Menghadapi udara panas, kering, dan dilimpahi matahari, taman gaya Islam mengekspresikan persepsi surga di dunia dengan segala kenyam anannya. Berada di lingkungan yang nyaman, taman diciptakan dengan pemanfaatan yang cerdas antara struktur buatan manusia, tata letak klasik, dan pengetahuan cocok tanam yang sudah maju.

Dalam bentuknya yang paling sederhana, taman gaya Islam berbentuk kotak, dike lilingi dinding atau rumah, dengan tegas memisah kannya dari dunia luar. Di dalam, saluran air, memungkinkan air mengalir ke taman, menyangga kehidupan tanaman di dalamnya dan memasok air untuk air manur atau reservoir air bentuk lain. Saluran air berupa kolam-kolam itu juga membagi taman menjadi bagian-bagian yang simetris. Semua dalam bentuk geometris yang sederhana.

Tata letak, air, dan eksterior yang berdinding adalah desain taman gaya Islam yang sangat penting. Lalu, tanaman membawa kesempurnaan yang paripurna pada taman-taman ini. Pohon cemara yang seperti mata tombak dan tanaman penutup tanah, menciptakan kanvas selama setahun penuh untuk menggarisbawahi penam pilan hortikultura tiap musimnya.

Pepohonan, seperti kurma, zaitun, dan al mond menghasil buah dan naungan. Be bungaan memberikan sentuhan akhir dengan keharumannya dan keindahan secara visual.Terkadang, mengacu pada Taman Firdaus di bumi, taman gaya Islam menjadi inspirasi para seniman dan penata taman.

Bergantung tujuan

Clifford A Wright, penulis tentang kuliner Mediterania mendeskripsikan beberapa tipe taman berdasarkan tujuannya. Pertama, bustan adalah taman di halaman dalam rumah, sebuah taman formal dengan kolam dan saluran air.

Kedua, jannah, kebun buah-buahan dengan pohon palem, jeruk, dan tanaman merambat yang dialiri air dari kanal-kanal. Ketiga, raudah yang mengacu kebun sayuran yang menghasilkan makanan untuk dimasak.

Setelah masuknya Arab pada abad ketujuh, desain tradisional Persia digunakan dalam taman gaya Islam. Taman Persia setelah waktu itu secara tradisional dikepung dinding dan dirancang untuk mewujudkan surga. Kata Persia bagi taman tertutup itu adalah pairi-daeza. Di Charbagh atau taman surgawi, empat kanal air secara khusus mengalirkan air ke kolam pusat atau air mancur, diinterpretasikan sebagai empat sungai di surga, berisi susu, madu, anggur, dan air.

Yunani juga menyumbang pengaruhnya.Yakni, penggunaan garis-garis lurus yang kemudian bercampur dengan tanaman hias dan air mancur. Kesemua itu menjadikan taman gaya Islam yang punya jati diri sendiri.
berbagai sumber ed:nina chairani

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA