Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Ikan Berformalin Marak di Jakarta

Jumat 26 Sep 2014 18:04 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ikan laut (ilustrasi)

Ikan laut (ilustrasi)

Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta sering menemukan kasus ikan konsumsi yang mengandung formalin di pasar tradisional, modern dan sentra penjualan ikan.

"Kami lakukan pemantauan produk ikan yang dikonsumsi masyarakat dari hulu ke hilir ternyata banyak menggunakan formalin pada ikan konsumsi," kata Kasi Mutu, Olahan dan Usaha Perikanan bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Pertanian Pemprov DKI Jakarta Rita Nirmala, di Jakarta, Jumat (26/9).

Ia mengatakan ikan yang dikonsumsi masyarakat Jakarta didominasi berasal dari tangkapan ikan luar daerah sehingga tidak menutup kemungkinan ikan dari luar tersebut diawetkan dengan formalin. "Jumlah ikan yang masuk ke Jakarta sebanyak 95 persen berasal dari luar daerah dan hanya lima persen dari perairan Jakarta," katanya.

Ia mengatakan secara keseluruhan penggunaan formalin pada ikan yang dikonsumsi pada tahun 2012 sebanyak tujuh persen dan tahun 2013 sebanyak 10 persen.

"Ada peningkatan penggunaan formalin pada ikan konsumsi namun demikian bila kami temukan maka kami akan melakukan penyitaan dan larangan untuk dijual ke masyarakat," katanya.

Sementara itu, Rita Nirmala menganjurkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan teliti dalam memilih ikan segar untuk konsumsi sehingga bisa terhindar dari ikan berformalin. "Biasanya ikan berformalin itu adalah ikan yang menjelang busuk dari cirinya ingsangnya hitam dan dagingnya kenyal dan pantas untuk dicurigai bahwa ikan tersebut berformalin," katanya.

Ia mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan dan pemantauan rutin terhadap ikan-ikan di pusat penampungan ikan dan pasar tradisional guna menurunkan kandungan penggunaan formalin pada ikan.

"Kalau tiap saat kita lakukan pemeriksaan ikan dengan mobil laboratorium maka nantinya mereka akan jenuh sehingga penggunaan formalin akan berkurang," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA