Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Apakah Buang Air Kecil di Laut Merusak Lingkungan?

Senin 22 Sep 2014 08:50 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Muhammad Hafil

 Sejumlah anak berenang di pinggiran Pantai Muara Baru yang penuh dengan limbah kapal laut, Jakarta Utara, Senin (8/9). (Republika/Raisan Al Farisi)

Sejumlah anak berenang di pinggiran Pantai Muara Baru yang penuh dengan limbah kapal laut, Jakarta Utara, Senin (8/9). (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kita mendengar banyak dampak kolektif lingkungan akibat manusia. Misalnya, orang yang buang air kecil sembarangan, orang yang suka menginjak atau berjalan di atas rumput taman yang sesungguhnya dilarang, dan sebagainya.


Khusus untuk buang air kecil di tempat umum, mungkin bagi sebagian orang terkesan biasa. Tak jarang banyak kita jumpai seorang pria yang buang air kecil di hutan kota di pinggir tol. Mungkin saja si pria sangat kebelet sehingga tak sempat lagi mencari toilet umum.

Namun, rasanya aneh jika sedang berenang di luat misalnya, Anda tiba-tiba harus keluar dan mencari toilet umum. Lalu, bolehkah kita buang air kecil di laut? Apakah buang air kecil di laut itu merusak lingkungan?


Dilansir dari Geek, Senin (22/2), buang air kecil di laut itu sangat wajar dilakukan. Alasannya, meskipun banyak limbah cair berupa urin yang Anda buang ke laut, tetap saja akan lebih banyak ikan di laut daripada manusia.

Kontaminan berupa urea dan amonia yang dikandung dalam urin manusia belum tentu racun bagi seluruh makhluk hidup. Itu justru menjadi sumber makanan bagi kehidupan laut.


Hal yang membuat buang air kecil di laut tidak ada artinya adalah menurut hitungan sederhana berikut. Volume air laut itu diperkirakan 350 quantiliun liter atau 350.000.000.000.000.000.000 liter. Rata-rata satu orang menghasilkan 0,2-0,5 liter urin untuk satu kali pembuangan.

Artinya, jika seluruh umat manusia - sekitar tujuh miliar orang - buang air kecil di luat, maka volume urin totalnya hanya 60 triliun liter. Angka ini tidak ada artinya untuk lautan.


Hal yang justru perlu Anda hindari adalah buang air kecil di kolam renang. Buang air kecil di kolam renang atau akuarium laut raksasa justru menghasilkan senyawa kimia berbahaya. Ketika urin bereaksi dengan klorin maka dia akan berdifusi dan menghasilkan zat-zat berbahaya bagi manusia yang ada di dalam kolam renang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA