Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Erick Thohir Jadi Anggota Dewan FIBA

Jumat 19 Sep 2014 13:00 WIB

Red:

JAKARTA -- Presiden Inter Milan Erick Thohir terpilih sebagai Central Board Member FIBA (International Basketball Federation) pada FIBA Central Board Meeting yang pertama di Madrid, Spanyol, 13 September 2014 lalu.

Inisiatif penunjukan Erick Thohir, yang juga Chairman Mahaka Group, sebagai Central Board Member ini telah dilakukan sebelumnya oleh presiden dan sekjen FIBA dengan persetujuan dari para anggota terpilih pada kongres FIBA di Sevilla, Spanyol, akhir Agustus 2014.

"Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan sekaligus bangga karena terpilih sebagai wakil pertama dari Indonesia yang berhasil menduduki posisi Central Board Member FIBA, semoga saya bisa mengemban tugas dengan baik di organisasi ini serta bermanfaat untuk ASEAN, khususnya Indonesia," kata Erick Thohir.

Beberapa hal penting lainnya yang menjadi diskusi pada Central Board Meeting di Madrid adalah mengenai pengaturan pemakaian head gear (hijab, kippah, turban, dan sebagainya).

Hasil dari diskusi ini berujung pada diizinkannya pemakaian head gear sebagai uji coba di pertandingan-pertandingan tingkat nasional selama dua tahun. Apabila berjalan dengan baik, aturan itu akan dimasukkan ke dalam peraturan pertandingan untuk tahun 2016 setelah Olimpiade Rio.

"Saya senang akhirnya Central Board Meeting mengizinkan pemakaian head gear untuk tahun 2016 setelah Olimpiade Rio. Hal ini telah diperjuangkan sejak lama oleh beberapa negara anggota FIBA, termasuk Indonesia. Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya menghasilkan keputusan yang melegakan," lanjut Erick.

Adapun peraturan head gear tersebut juga dapat langsung diaplikasikan pada pertandingan 3x3 tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, FIBA World Meeting juga menghasilkan kabar baru, yaitu sistem kompetisi yang akan diimplementasikan pada 2017 serta berbagai kegiatan untuk Olimpiade 2016, termasuk mencoba 3x3 sebagai pertandingan ekshibisi 2016 dan menjadi disiplin resmi pada Olimpiade 2020 di Jepang.

"Kejuaraan dunia 3x3 U-18 yang dilaksanakan di Jakarta pada 2013 diakui oleh FIBA sebagai salah satu kegiatan FIBA yang paling besar dan paling sukses hingga saat ini. Dengan adanya alasan tersebut, maka kami ingin kompetisi 3x3 dijadikan sebagai salah satu nomor pertandingan cabang olahraga bola basket di Olimpiade. " ed:fernan rahadi

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA