Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Muslim Berlin Minoritas yang Cinta Damai

Ahad 14 Sep 2014 19:00 WIB

Red: operator

Pendidikan agama di sekolah menjadi isu hangat di Berlin.

Kota Berlin adalah salah satu kota terpenting di Jerman. Seperti halnya sejumlah kota penting di kebanyakan negara, Berlin juga dihuni oleh multietnis dan agama, tak terkecuali umat Islam. Tak kurang dari 160 ribu Muslim berdomisili di kota seluas 891,85 meter tersebut. Mereka menyebar di beberapa distrik. Yang paling utama, yakni di wilayah Kreuzberg di Distrik Friedrichshain-Kreuzberg, Wedding di Distrik Mitte, serta Distrik Neukolln Utara.

Sebagian besar umat Islam di Berlin adalah para pendatang. Mengutip laman web euro-islam, dari 160 ribu Muslimin, sekitar 73 persen merupakan keturunan Turki, tujuh persen dari Bosnia-Herzego vina, dan empat persen berasal dari Le banon.

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto:theloftberlin.com

Kendati demikian, tak sedikit pula penduduk asli yang memeluk risalah Muhammad SAW ini. Ada sekira 40 ribu Muslim Berlin yang berwarga negara Jerman melalui naturalisasi. Jumlah umat Islam memang secara keseluruhan adalah ratusan ribu, tetapi populasi Muslim tersebut hanya mengambil persen tase sekitar sembilan persen dari total penduduk Berlin.

Interaksi

Meski minoritas, Muslim di kota di wilayah yang terletak di timur laut Jerman di Sungai Spree tersebut hidup berdampingan secara harmonis dengan non-Muslim, terutama mayoritas penduduk Berlin yang beragama Nasrani. Interaksi terjalin dengan baik. Sikap ini mendapat respons yang positif dari para non-Muslim.

Hormat-menghormati dan saling toleran menjadi pemandangan yang lazim di Berlin. Fasilitas ibadah tersebar di segala penjuru kota terpadat Uni Eropa tersebut. Makanan halal juga disediakan beberapa restoran. Hanya, bagi Muslimah, jilbab masih dilarang di perkantoran dan lembaga resmi. Namun, mereka dapat memakainya di luar profesi pelayanan publik.

Tak jarang, berbagai agenda kerja sama terjalin antara kedua entitas tersebut. Pada Juni 2004, misalnya, Muslim dan non- Muslim Berlin bersama-sama mendirikan Muslimische Akademie. Pendirian aka de mi yang mendapat bantuan dari Bundes zentrale fur Politische Bildung (Badan Federal untuk Pendidikan Warga Negara) tersebut pun didirikan untuk mem bangun forum antaragama dan intraagama.

Hak politik umat Islam juga terjamin dengan baik. Pemerintah Berlin memberi kan porsi yang sama bagi Muslim un tuk aktif di panggung politik, meski mino ritas. Tak sedikit politikus Turki dan Kurdi Muslim yang menjabat di kantor- kantor pemerintah kota. Beberapa, di antaranya, Giyasettin Sayan, Keskin Hakki, Dilek Kolat, Ulker Radziwill, Evrim Baaba, dan Ozcan Mutlu. Sebagian besar mereka memilih partai sayap kiri.

Tentu saja mereka terjun di politik tanpa berafiliasi dengan Islam. Namun, survei menyatakan 87 persen Muslim Berlin merasa berkeinginan ada wakil Muslim yang terlibat di politik negara.

Berbagai isu nasional yang melibatkan komunitas Muslim menjadi komoditas intens bagi para politikus. Salah satu yang paling aktual adalah soal pendidikan agama di sekolah. Beberapa sekolah di Jerman memang telah mengizinkan pelajaran Islam bagi siswa Muslim. Demi- kian pula di Berlin. Meski masih diawasi pemerintah setempat, pendidikan Islam diizinkan bebas bagi siswa. Pengajaran agama di sekolah umum di Berlin dilakukan secara sukarela.

Terdapat kursus pelajaran agama, tak hanya Islam, tapi juga berlaku bagi agama lain. Namun, beberapa tahun lalu, Foderation Islamische (Federasi Islam) Berlin berhasil mendapatkan izin dari pemerintah untuk memasukkan pelajaran agama di 20 sekolah di Berlin. Guru agama dikirim dari pihak federasi, namun digaji oleh pemerintah kota.

Ormas Islam

Keberadaan organisasi dan lembaga- lembaga Islam memiliki peran yang sangat signifikan untuk kepentingan Muslim di Berlin. Di antara sekian banyak organisasi yang eksis, hanya satu organisasi di Berlin, yakni Islamische Forderation Berlin (Federasi Islam Berlin) yang diakui sebagai lembaga resmi.

Butuh waktu bertahun-tahun bagi federasi tersebut mendapat status resmi sebagai lembaga publik. Setelah dikritisi banyak pejabat Jerman, federasi pun diresmikan pada 2002. Organisasi yang berdiri sejak 1980 tersebut pun fokus pada pendidikan Islam di sekolah, memimpin 12 masjid di Berlin, dan memayungi 26 kelompok kecil Muslim.

Tujuan dari yayasan ini adalah mem- bangun Islam dan mempromosikan inte- grasi Muslim di Jerman, khususnya di Berlin. IFB menyatakan diri sebagai wakil dari Muslimin Berlin. IFB beroperasi secara independen dan hanya bersifat regional.

Di antara yayasan atau lembaga Islam tersebut yakni Initiative Berliner Muslim (Inisiatif Muslim Berlin atau IBMUS), Verein Islamischer Kulturzentren (Asosiasi Pusat Budaya Islam atau VIKZ), Islamische F?rderation Berlin (Federasi Islam Berlin atau IFB), T?rkisch Islamische Union der Anstalt fur Religion (Institut Agama Persatuan Turki Islam atau DITIB), dan masih banyak lainnya. rep:amri amrullah ed: nashih nashrullah

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA