Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Pembimbing Ibadah Siap Membantu Jamaah

Ahad 14 Sep 2014 14:01 WIB

Red: operator

Petugas pembimbing ibadah haji ini akan memastikan bahwa jamaah yang terlepas dari rombongannya sudah menyempurnakan sa'i dan tawaf.

Seorang jamaah calon haji lanjut usia (lansia) dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tampak kebingungan di lokasi sa'i. Jamaah calhaj wanita itu me milih duduk setelah terlepas dari rombongannya.

Untunglah, seorang pembimbing ibadah haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Makkah segera menolong jamaah lansia itu. Namun, saat ditanya dengan bahasa Indonesia, jamaah itu tak bisa menjawab. Rupanya, jamaah asal NTB itu tak bisa berbahasa Indonesia.

Dengan sabar petugas pembimbing ibadah haji Daker Makkah menemani jamaah itu untuk menunggu rombongannya yang masih melakukan sa'i. "Ketika ditanya rombongannya yang satu daerah, ternyata ibu tersebut belum tuntas dalam melakukan sa'i, Akhirnya dia ditemani petugas pembimbing ibadah haji untuk melakukan sa'i,'' ujar Konsultan Pembim bing Ibadah Haji di Daker Makkah, Prof Salman Maggalatung.

Di waktu dan tempat yang berbeda, kata Salman, ada sekitar 10 jamaah calon haji dari Ban dung sudah selesai melakukan sa'i. Namun, mereka belum tahalul. Ternyata, mereka tak me ngetahui tempat untuk tahalul. Kebetulan mereka bertemu dengan seorang petugas dari Media Center Haji (MCH) Daker Makkah. Ke- 10 jamaah calon haji tersebut kemudian di arahkan ke Marwah untuk bertemu dengan pem bimbing haji Indonesia yang bertugas di Marwah.

Perluasan areal Masjidil Haram dinilai men jadi salah satu penyebab jamaah haji kebingungan ketika berada di Masjidil Haram.

Apalagi, saat ini jumlah jamaah yang melakukan umrah di Masjidil Haram semakin padat.Akibatnya, banyak jamaah yang terlepas dari rombongan dan mereka umumnya belum sempurna dalam menyelesaikan rukun haji.

Tahun ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Makkah menempatkan petugas pembimbing ibadah haji di Masjidil Haram sebanyak 24 orang. Mereka dibagi dalam tiga sif. `'Mereka melakukan jemput bola yakni mencari atau melihat jamaah haji Indonesia yang terlepas dari rombongan lalu mendekati atau menjemputnya,''tutur Salman.

Petugas pembimbing ibadah haji ini akan memastikan bahwa jamaah yang terlepas dari rombongannya sudah menyempurnakan sa'i dan tawaf. `'Kalau belum, petugas akan membantu jamaah haji agar merreka menyempurnakan sa'i dan tawaf,''kata Prof Salman yang juga ahli di bidang Hukum Islam ini.

Salman mengungkapkan, keberadaan petugas pembimbing ibadah haji berada di lokasi sa'i dan thawaf sangat penting. Selain membantu jamaah untuk menyempurnakan ibadahnya, para pembimbing juga memiliki fungsi koordinasi dengan petugas perlindungan dan pengamanan jamaah haji.

`'Para jamaah haji itu sudah tahu teorinya, tetapi dalam pelaksanaannya mengalami kebingungan," kata Salman. Menurut dia, ada saja jamaah haji yang telah mengenakan ihram, tetapi kurang faham dalam melaksanakan tawaf dan sa'i.

Padahal, kata dia, pemerintah sudah menyelenggarakan manasik haji sebanyak tujuh kali di Kantor Urusan Agama kecamatan dan sebanyak tiga kali di kabupaten/kota. Di sam ping itu ada buku manasik haji yang diberikan secara gratis. Ia berharap jamaah haji tidak melakukan kesalahan saat melak sanakan ibadah haji.

Ia juga mengimbau agar kelompok atau rombongan jamaah haji Indonesia memberi perhatian khusus bagi jamaah lansia. Sebab, banyak kejadian jamaah lansia kesasar akibat terpisah dari rombongan.

Menurut dia, para jamaah haji sudah mengeluarkan dana yang begitu besar untuk menunaikan rukun Islam kelima, menguras tenaga dan meninggalkan keluarga dalam waktu yang cukup lama. Mestinya para jamaah haji bisa melaksanakan ibadah haji dengan sempurna. "Salah satu peran ditempatkannya petugas pembimbing ibadah di Masjidil Haram untuk menyempurnakan ibadah haji," tegasnya.

Jamaah asal Pekalongan, Jawa Tengah, Khoiriyah mengapresiasi kehadiran petugas pembimbing ibadah di Masjidil Haram. “Sehingga,jamaah haji yang tersesat di Masjidil Haram seperti saya bisa segera dibantu untuk melaksanakan umrah wajib dengan sempurna dan kembali ke pemondokan,’’ ujar Khoiriyah yang sempat terlepas dari rombongan setelah selesai melaksanakan sa’i tetapi belum tahalul.

Hingga Jumat (12/9), sebanyak 61.233 jamaah yang terbagi dalam 145 kloter jamaah yang diberangkatkan ke Arab Saudi dalam fase pemberangkatan gelom bang pertama. Setelahmenyelesaikan ibadah Arbain di Masjid Nabawi Madinah, jamaah gelombang pertama diberangkatkan secara bertahap ke Makkah, sejak Selasa (9/9) sore. rep:neni ridarineni ed: heri ruslan

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA