Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Gambaran Perbandingan Negara Islam dengan Negara Lain (3-Habis)

Ahad 14 Sep 2014 06:12 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Joko Sadewo

Gerakan negara Islam ISIS

Gerakan negara Islam ISIS

Foto: VOA

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Militan Negara Islam atau the Islamic State of Iraq and Syria telah menguasai sejumlah besar wilayah Irak dan Suriah dan menyatakan sistem kekhalifahan. Sementara ISIS merasakan mereka sebagai sebuah negara, yang lainnya masih meragu.
ROLers, berikut adalah gambaran perbandingan ISIS dengan negara-negara sah lainnya di dunia, dilansir dari the Washington Post, Sabtu (13/9).

7. Platform media sosial

Departemen Luar Negeri AS baru-baru ini meluncurkan kampanye media sosial di bawah slogan 'Lari. Jangan berada di wilayah ISIS.' AS menyertakan video grafis dan diskusi di Twitter. Negara Islam telah menghadapi oposisi dari berbagai platform media sosial dalam beberapa bulan terakhir.

Banyak akun media sosial mereka yang dibekukan. Akhirnya, Negara Islam beroperasi melalui paltform yang lebih pribadi, bahkan anonim, seperti Ask.Fm atau Kik yang memungkinkan pendukung Barat bisa berhubungan langsung dengan pejuang ISIS.

8. Tunjangan keluarga

Pernikahan dan tunjangan anak tampaknya memiliki relevansi khusus untuk Negara Islam. Setiap pria yang ikut bertempur akan mendapat jaminan 1.200 dolar AS untuk keluarga mereka. Data the Syrian Center for Human Rights menunjukkan bahwa seorang pejuang ISIS akan menerima tunjangan 50 dolar AS per anak dan 100 dolar AS per istri setiap bulannya.
 
9. Harga barang murah

Negara Islam (IS) memasarkan barang-barang dengan harga sangat murah. Merek T-shirt berlabelkan IS misalnya, hanya dijual seharga tujuh dolar AS di situs online. Padahal, kaus ini setidaknya beharga 19,95 dolar AS. Perbedaan harga juga berlaku untuk produk lainnya, seperti hoodies.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA