Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

RI-Australia Sepakati MoU Bidang Pendidikan

Jumat 12 Sep 2014 20:14 WIB

Rep: Angga Indrawan/ Red: Djibril Muhammad

M Nuh

M Nuh

Foto: bincangedukasi.com

REPUBLIKA.CO.ID, VIENTIANE -- Indonesia dan Australia kembali duduk mesra di balik meja perundingan. Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pendidikan resmi ditandatangani kedua negara di Vientiane, Laos (12/9).

Merupakan babak baru kerja sama G-to-G yang sebelumnya mangkrak setahun terakhir. Apalagi, isu penyadapan menjadi kendala perpanjangan //MoU// yang habis masa berlaku sejak November 2013.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di sela-sela pertemuan 2nd EAS EMM di Ballroom Hotel Don Chan Palace, Vientiane, Laos. Sementara itu, pemerintah Australia diwakili Menteri Pendidikan, Christopher Payne.

Pertemuan bilateral dilakukan tertutup bagi media. Resminya penandatanganan MoU menjadikan jalinan kerja sama pendidikan dua negara kembali dirajut. "Kisah kemarin (penyadapan, red) sudah selesai. Saat ini kami saling percaya," ujar Nuh, Jumat (12/9).

Menurut Nuh, Pendidikan tidak boleh terpengaruh dalam situasi politik apapun masing-masing negara.

Tidak ada perubahan mendasar dari hasil pertemuan bilateral. Namun dalam kerja sama lanjutan tersebut, hal paling substansial terdapat dalam penambahan poin kerja sama berupa program penelitian di bidang dan pengembangan di sektor Pendidikan Anak USIA Dini (PAUD).

Beberapa pokok kerja sama lainnya, Indonesia dan Australia sepakat melanjutkan program Joint Working Group (JWG) di tahun-tahun mendatang. Pada JWG sebelumnya yang telah dilakukan pada 2010, 2011, dan 2013, difokuskan pada sektor pendidikan tinggi dan menengah.

"JWG selanjutnya akan dilakukan di Canberra, 14 November tahun ini," kata Nuh menambahkan.

Kerja sama ini membuka peluang kedua negara untuk kembali duduk bersama mendiskusikan Pengaturan Pengakuan Kualifikasi Akademik Perguruan Tinggi, mendukung implementasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, serta mendukung pengembangan Akademi Komunitas dan Politeknik.

Kerja sama ini juga membuka peluang kedua negara melanjutkan pelaksanaan Indonesia-Australia Vocational Education and Leadership Training.

Sedangkan untuk Pendidikan dasar dan menengah, kerja sama ini berguna untuk pengembangan secara jarak jauh studi bahasa Indonesia di sekolah dan perguruan tinggi di Australia. Tak hanya beberapa poin di atas. Kerja sama kedua negara juga termasuk inisiasi pendidikan keperawatan bagi jenjang S1, S2, dan S3.

"Target kami adalah terus meningkatkan jumlah Indonesianis di Australia," katanya menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA