Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Jamaah Lansia Pasrah tak Arbain

Selasa 09 Sep 2014 15:00 WIB

Red:

JEDDAH -- Yasmi Aji Amit (91 tahun), jamaah calon haji (calhaj) dari Kloter 6 Embarkasi Padang, Sumatra Barat (Sumbar), pasrah atas kondisi kesehatannya akibat komplikasi hipertensi, gagal ginjal, dan asma. Akibat sakitnya itu, dia tak bisa ikut shalat Arbain di Masjid Nabawi, Madinah.

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto:IMAM BUDI UTOMO/REPUBLIKA

Misijan (88 tahun) Calon Jamaah Haji (Calhaj) kloter 49 asal

Kelurahan Subontoro,Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar,Embarkasi

Surabaya

Saat mendarat dari pesawat Garuda Indonesia di Bandara International King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Ahad (7/9) sore, dia langsung mendapatkan perawatan intensif. Perempuan kelahiran 6 Mei 1923 dirawat di Klinik Kesehatan PPIH Daker Jeddah (Oktagon) di bandara, kemudian dirujuk ke RS International King Fadh Jeddah.

Dalam pemeriksaan dokter di Oktagon, Yasmi mengaku, merasa dadanya sesak dan tubuhnya membengkak. Untuk melegakan napasnya, dokter dan paramedis memasangkan selang oksigen.

Dari alat yang dipasang ditubuhnya, deteksi tekanan darahnya cukup tinggi, berkisar 178-199. Tangan kirinya juga disambungkan selang infus karena sempat dehidrasi. Terlihat juga selang kateter dari tubuhnya. Dokter jaga di Oktagon, dr Rahmat dan dr Douven, menduga penyakit yang diderita Yasmi sudah cukup lama. Hal itu terlihat dari kondisi bengkak di tubuhnya.

Dari buku kesehatan haji yang biasanya didata dokter puskesmas di sekitar kediaman Yasmi, tidak tercantum hasil medical check-up secara lengkap. Di buku itu hanya tertulis bila Yasmi mengalami sesak napas sejak dua bulan lalu. Data pembengkakan pada tubuh pasien ini, disebutkan dalam laporan, adalah adanya Edema anasarka, diabetes melitus tipe 2, dan hipertensi.

Kepada tim dokter, nenek Yasmi mengaku, mengalami gagal ginjal kronis, seperti pernyataan dokter yang memeriksanya saat di Padang. Tapi, dokter Rahmat dan tim paramedis tidak buru-buru memastikan penyakit terkini yang diidap nenek Yasmi.

Itu dilakukan, kata tim dokter, karena mereka masih membutuhkan beberapa tes laboratorium untuk memastikan hasil diagnosis penyakit Yasmi. Maka itu, nenek Yasmi kemudian dirujuk ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Jeddah pada pukul 20.00 waktu Arab Saudi (WAS). Setelah mendapat pemeriksaan yang lebih intensif, nenek Yasmi kemudian dirujuk ke RS International King Fadh Jeddah.

Saat dirawat itu, Yasmi bercerita, tekadnya ke Tanah Suci sudah bulat. Meski sudah lanjut usia, dia tetap berangkat, walau pergi sendirian tanpa ditemani salah seorang anggota keluarga atau kerabatnya. rep:zaky al hamzah ed: dewi mardiani

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA