Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Asap Memburuk, 35 Ribu Masker Dibagikan

Ahad 07 Sep 2014 19:45 WIB

Red: Indira Rezkisari

Asap pekat tampak di atas Sungai Mentaya, Sampit, Kalteng.

Asap pekat tampak di atas Sungai Mentaya, Sampit, Kalteng.

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT -- Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, membagikan 35.000 masker kepada masyarakat untuk mencegah dampak buruk asap terhadap kesehatan.

"Senin (8/9) ribuan masker akan dibagikan untuk masyarakat, terutama para pelajar yang rentan terserang penyakit akibat asap. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah jika terjadi asap," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur dr Faisal Novendra Cahyanto di Sampit, Ahad (7/9).

Selama tiga hari terakhir, Kota Sampit dan sekitarnya disaput asap akibat makin maraknya kebakaran lahan yang diduga dilakukan oleh sebagian masyarakat yang membersihkan lahan mereka.

Pekatnya asap saat ini, rentan menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan atas karena asap yang muncul pagi hari tersebut bercampur dengan debu akibat pembakaran lahan.

"Selama kabut asap memang mulai ditemukan penderita ISPA, namun belum menonjol. Saya sudah instruksikan kepada petugas kesehatan untuk selalu memberikan pelayanan terhadap masyarakat terkait dengan cuaca buruk dampak asap itu," ujar Faisal.

Data Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur, kasus ISPA di kawasan dalam Kota Sampit yang meliputi Kecamatan Ketapang dan Baamang, selama Januari hingga Agustus, mencapai 8.895 kasus.

Selama tiga bulan terakhir, kasus ISPA menunjukkan tren meningkat. Januari lalu jumlah kasus ISPA yang terdata sebanyak 1.026 kasus, Februari 916 kasus, Maret 860 kasus, April 1.088 kasus, Mei 1.142 kasus, Juni 1.233 kasus, Juli 1.275 kasus, dan Agustus 1.355 kasus.

Untuk menghindari ISPA, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan mengenakan masker sehingga terhindari dari asap dan debu.

Sumber air dan makanan harus terlindung dari debu akibat asap kebakaran lahan, agar makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak terkontaminasi oleh zat-zat yang dapat memicu munculnya penyakit. Pihaknya menyarankan warga untuk memperbanyak minum air putih.

Warga yang menderita asma, paru-paru, dan jantung, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter untuk menjaga kondisi agar tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit akibat asap, khususnya ISPA.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA