Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Indramayu Kekurangan Ruang Kelas

Jumat 05 Sep 2014 12:00 WIB

Red:

INDRAMAYU –– Sejumlah sekolah di Kabupaten Indramayu kekurangan ruang kelas. Akibatnya, siswa terpaksa belajar menumpuk di satu kelas, bahkan belajar di gudang tak terpakai.

Kondisi memprihatinkan ini salah satunya terjadi di SD Negeri Klampok di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Sekolah ini hanya memiliki dua ruang kelas dan satu ruangan untuk guru. Kondisi bangunan sekolah tersebut sudah sangat memprihatinkan dan selama bertahun-tahun tidak pernah di renovasi.

Di sekolah yang memiliki 134 siswa tersebut, kegiatan belajar dan mengajar terpaksa dilakukan secara bersamaan dalam satu ruangan. Satu ruang kelas digunakan untuk siswa kelas II dan VI. Satu ruang lain digunakan bersama oleh siswa kelas IV dan V. Siswa yang berbeda tingkatan itu belajar dalam satu ruangan tanpa sekat yang memadai. Akibatnya, proses belajar mengajar jadi tidak maksimal.

Siswa kelas III terpaksa menggunakan gudang kosong yang berada di pojok bangunan perumahan gurau yang tak terpakai untuk kegiatan belajar mengajar. Gudang yang tak layak itupun disulap menjadi ruang kelas. "Tidak bisa konsenstrasi belajarnya, ingin punya ruang kelas sendiri yang bagus," kata seorang siswa Kuneni, Kamis (4/9).

Siswa kelas I mengalami keadaan yang paling memprihatinkan. Mereka terpaksa belajar di teras kelas. Siswa yang mengenyam pendidikan tahun pertama ini belajar secara lesehan tanpa menggunakan meja dan kursi. Jika cuaca tidak panas, proses belajar mengajar dilakukan di halaman sekolah. Namun jika hujan turun, para siswa dimasukkan ke dalam kelas yang ada dan digabung dengan kakak-kakak kelas.

Tak hanya kekurangan ruang kelas, bangunan sekolah yang ada pun sudah mengalami kerusakan parah. Tembok kelas sudah banyak yang ter kelupas dan retak-retak. Bagi an atap pun ada yang berlubang. Kaca kelas sudah pecah dan ditutup sementara dengan menggunakan papan tripleks.

Jika hujan turun, siswa terpaksa menghentikan kegiatan belajar karena atap yang bocor. Wakil Kepala Sekolah Sujadri mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak enam tahun yang lalu.

Sekolah sudah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah kabupaten untuk perbaikan dan penambahan kelas baru. Mereka sangat meng harapkan pemerintah segera membangun kelas baru. Agar, kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan kondusif dengan masing-masing tingkatan memiliki ruang kelas tersendiri.

Pelaksana Seksi Sarana Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Agung Maulana membenarkankon disi yang terjadi di SD Negeri Klampok. Dinas pendidikan telah menerima pengajuan proposal dan sekolah tersebut akan mendapat bantuan pembangunan dua ruang kelas baru (RKB). "Jumat anggarannya cair," kata Agung kepada Republika.

Kekurangan ruang kelas, kata Agung, tak hanya terjadi di SDN Klampok. Banyak sekolah lain di Kabupaten Indramayu kekurangan ruang kelas. Sayangnya, dinas pendidikan belum memiliki data yang lengkap secara keseluruhan mengenai hal tersebut. "Data dari masing-masing unit pelaksana teknis dinas (UPTD). Kalau tidak mengusulkan, kami tidak tahu," ujar Agung.

Tahun ini, bantuan pembangunan RKB dari pemerintah pusat hanya 13 ruangan. Selanjutnya, ada bantuan dari dana alokasi khusus (DAK) sebanyak 36 RKB. Dua di antaranya dialokasikan untuk SD Negeri Klampok.

Bupati Indramayu Anna Sophanah mengaku belum mengetahui soal kerusakan ruang kelas di Klampok. Ia meng aku prihatin dengan kondisi tersebut. Anna berjanji akan datang ke Klampok untuk melihat kondisi sekolah dan meminta dinas pendidikan segera mengeksekusi pembangunan ruang kelas untuk siswa di sana. "Saya akan ke sana," kata Anna. rep:lilis sri handayani ed: friska yolandha

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA