Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Hasyim: Pembongkaran Makam Rasulullah Harus Ditentang

Kamis 04 Sep 2014 06:58 WIB

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Erdy Nasrul

Makam Rasulullah.   (Republika/Agung Sasongko)

Makam Rasulullah. (Republika/Agung Sasongko)

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menentang keras rencana pembongkaran makam Rasulullah Muhammad SAW. Jika pembongkaran benar akan dilakukan, umat Islam di seluruh dunia harus menentangnya.

"Itu (pembongkaran makam Rasulullah) harus ditentang oleh seluruh umat Islam di dunia," katanya dalam halaqah dengan pimpinan pondok pesantren seluruh Indonesia di Jambi, Rabu (3/9) malam.

Menurut dia, isu rencana pembongkaran makam sebelumnya juga pernah terjadi. Karena mendapat sorotan dan tentangan keras dari muslim di seluruh belahan dunia, hal itu tidak terjadi.

Hasyim mengatakan, wacana pembongkaran makam Rasulullah muncul dari pemikiran kelompok wahabi. Seluruh situs bersejarah, kata dia, akan dihapuskan karena menurut mereka hal itu menimbulkan kesyirikan.

Padahal, lanjutnya, justru situs-situs itu penting sebagai bagian dari kesejarahan dan sama sekali tidak menimbulkan kesyirikan. "Jadi kalau sekarang mau diulang lagi, itu seluruh umat islam di dunia harus menentangnya," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini.

Seperti diketahui, Pemerintah Arab Saudi berencana membongkar makam Rasulullah Muhammad SAW, dan memindahkan sisa jenazahnya ke pemakaman lain. Lebih dari satu miliar Muslim di seluruh dunia pasti marah dengan rencana tersebut.

Rencana kontroversial ini tercantum dalam dokumen yang dikeluarkan lembaga pendidikan terkemuka di Arab Saudi. Usulan itu beredar di kalangan pengawas Masjid Nabawi di Madinah, tempat makam Rasulullah dibangun.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA