Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Bom Pinggir Jalan Tewaskan 11 Polisi Mesir

Selasa 02 Sep 2014 20:03 WIB

Red: Taufik Rachman

Ledakan bom

Ledakan bom

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sebelas polisi Mesir tewas ketika satu ledakan bom di pinggir jalan menghantam kendaraan lapis baja mereka di Semenanjung Sinai, Selasa, kata para pejabat keamanan.

Para anggota kelompok garis keras Islam mengklaim serangan-serangan yang menewaskan polisi dan tentara, sebagian besar di Sinai Utara, sejak militer menggulingan presiden Mohamed Moursi pada Juli tahun lalu.

Seorang perwira dan 10 calon polisi tewas dalam serangan yang terjadi di jalan menuju kota Rafah yang berbatasan dengan Jalur Gaza Palestina. Empat calon polisi cedera.

Militer berusaha menumpas gerilyawan dalam satu operasi besar-besara yang menewaskan sejumlah anggota kelomok garis keras dan menangkap sejumlah pemimpin mereka.

Kelompok utama garis keras, Ansar Beital-Maqdis, yang mengaku beberapa pemimpin mereka tewas tetapi terus melakukan serangan terhadap pasukan keamanan dan para warga Badui yang bekerja sama dengan mereka.

Kelompok itu, yang namanya berarti Pendukung Jerusalem, juga mengatakan mereka berada di belakang serangan-serangan bom terhadap kantor-kantor polisi di Ibu Kota Mesir, Kairo, dan Delta Nil.

Kelompok itu mengatakan mereka ingin menerapkan hukum Islam dan serangan-serangan tdrhadap pasukan keamanan untuk membalas pembunuhan terhadap para pemrotes pro-Moursi oleh militer dan polisi setelah penggulingan presiden itu.

Setidaknya 1.400 orang tewas dalam aksi kekerasan d jalan sejak Moursi disingkirkan termasuk seitar 700 pendukungnya tewas dalam satu hari saja pada 14 Agustus 2013.

Ansar Beit al-Maqdis, yang juga menembakkan roket-roket ke Israel, menyiarkan satu rekaman video bulan lalu mengklaim bertanggung jawab atas pemenggalan orang yang dituduhnya bekerja sama dengan negara Yahudi itu.

Serangan-serangan di Mesir oleh kelompok garis keras itu mereda dalam bulan lalu setelah militer menghancurkan tempat-tempat persembunyian mereka di semenanjung yang jarang penduduknya.

Pada Juli, setidaknya 12 orang termasuk empat anak-anak tewas di Sinai utara ketika roket-roket gerilyawa yang ditujukan ke pasukan keamanan menyasar dalam dua serangan terpisaah.

Operasi keamanan meningkatkan ketgangan di daerah itu, di mana suku Badui mengeluh sejak lama atas diskriminssi oleh pemerintah pusat di Kairo.

Kendatipun militer dan polisi melakukan operasi, gerilyawan tetap melancarkaan seangaan sporadis dan kadang-kadan bahkan terhadap pos-pos pemeriksaan dengan sasaran personil keamanan.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA