Sabtu, 5 Rajab 1441 / 29 Februari 2020

Sabtu, 5 Rajab 1441 / 29 Februari 2020

Muslimah Nepal Dipaksa Gunakan Kontrasepsi atau Aborsi

Senin 01 Sep 2014 07:04 WIB

Red: Ichsan Emerald Alamsyah

Muslimah Nepal

Muslimah Nepal

REPUBLIKA.CO.ID, KATHMANDU -- Beberapa pemimpin muslim mengeluhkan tindakan organisasi nonpemerintah yang beroperasi di negeri tersebut. Mereka menyatakan organisasi itu memaksa perempuan muslim untuk menggunakan kontrasepsi atau melakukan aborsi.


Dikutip dari World Bulletin, Ahad (31/8), pemimpin muslim dari distrik Banke, Hassan Miya, dalam wawancara dengan AsiaNews menyatakan, organisasi kemanusiaan telah memaksa perempuan muslim. Organisasi itu memaksa perempuan dari distrik-distrik termiskin untuk menggunakan alat kontrasepsi, aborsi dan ikut program keluarga berencana.


Jika kaum muslim tak setuju maka mereka akan kehilangan akses untuk menerima bantuan kemanusiaan. Selain itu mengirim anak-anak ke sekolah gratis. ''Ini sebuah metode tercela yang bertentangan dengan iman kami dan mengeksploitasi kemiskinan kami,'' tutur Miya, dilansir dari AsiaNews.it, Ahad (31/8).


Kelompok NGO menargetkan keluarga muslim dari beberapa daerah terpencil. Atas tindakan ini, Menteri Kesehatan Nepal, Gopal Parajuli telah menyerukan penyelidikan. Ia juga menyatakan, LSM hanya bisa bekerja di Nepal jika mematuhi hukum dan diterima oleh masyarakat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA