Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Jenis Penyu Langka Ditemukan di Queensland

Jumat 29 Agu 2014 20:52 WIB

Red:

abc news

abc news

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Seekor penyu langka atau disebbut penyu Sungai Jardine ditemukan. Temuan hewan asli kawasan Cape York di negara bagian Queensland ini merupakan pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir.

Semula diperkirakan penyu ini sudah punah, meskipun penduduk aborijn di kawasan tersebut beberapa kali mengatakan melihat penyu tersebut. Sekarang para pengelana hutan dari suku Apudthama dan para ilmuwan dari perusahaan energi Origin Energy berhasil menangkap 25 penyu tersebut, sejak pertama kalinya sejak tahun 1989.

Peta Standley dari Dewan Manajemen Pengelola Sumber Daya Alam Cape York mengatakan penyu ini ditemukan minggu ini di dua lokasi. Cape York adalah kawasan berjarak sekitar 2.000 KM dari Ibu Kota negara bagian Queensland, Brisbane, dan lebih dekat ke wilayah Papua Nugini dan Papua.

https://publisher.radioaustralia.net.au/sites/default/files/images/2014/08/29/jardine river turtle.jpg

Penyu jenis ini terakhir kali ditemukan di tahun 1989. (Photo: Rick Gardiner)

"Ada berbagai ukuran dan campuran betina dan jantan. Sekarang langkah selanjutnya adalah memasang alat pemantau di tubuh mereka, sehingga kita bisa mengetahui arah perjalanan mereka. Tampaknya sekarang ini sedang musim bertelur." kata Standley, baru-baru ini.

Warren Stevens, yang terlibat dalam penemuan penyu ini mengatakan bahwa penyu tersebut juga dikenal dengan nama penyu diwarnai (painted turtles). "Penyu itu sangat menarik. Bentuknya ramping, dan di sekitar kepalanya, terutama di bagian muka, ada garis kuning meriah." kata Stevens.

"Kemudian dari tenggorokan ke bawah, ada agris merah, dan didadanya ada warna merah. Jelas sekali binatang ini sangat menarik."

Menurut Stevens, penemuannya ini penting sekali bagi warga aborijin di kawasan tersebut. "Binatang ini merupakan binatang yang kramat bagi salah satu tetua di sini." katanya.

Peneliti dari Universitas James Cook, Jason Schaffer  mengatakan spesies ini sebelumnya sudah dimasukkan ke dalam daftar spesies terancam punah di   Queensland.

"Banyak peneliti yang khawatir akan populasi jenis ini karena sedikit sekali yang berhasil dilacak, dan kami tidak memiliki banyak pengetahuan tentang mereka."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA