Senin 29 Aug 2022 00:55 WIB

Jokowi: Sembilan Bendungan Bakal Rampung pada Akhir 2022

Sembilan bendungan baru yang bakal rampung dibangun pada akhir 2022

Foto udara lokasi pembangunan Bendungan Leuwikeris di Ciharalang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (1/8/2022). Proyek pembangunan Bendungan Leuwikeris untuk mengoptimalkan pemanfaatan ketersediaan air sebesar 5,30 miliar kubik per tahun dari Sungai Citanduy itu sudah mencapai 92 persen dengan target selesai pada tahun 2023 mendatang.
Foto: ANTARA/Adeng Bustomi
Foto udara lokasi pembangunan Bendungan Leuwikeris di Ciharalang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (1/8/2022). Proyek pembangunan Bendungan Leuwikeris untuk mengoptimalkan pemanfaatan ketersediaan air sebesar 5,30 miliar kubik per tahun dari Sungai Citanduy itu sudah mencapai 92 persen dengan target selesai pada tahun 2023 mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam kegiatan Musyawarah Rakyat (Musra) I Jawa Barat di Bandung, Ahad (28/8/2022) menyatakan ada sebanyak sembilan bendungan baru yang bakal rampung dibangun pada akhir 2022. Presiden Jokowi mengemukakan, pada era kepemimpinannya hingga saat ini, sudah ada 29 bendungan yang telah dibangun, sehingga pada akhir 2022, Indonesia bakal memiliki 38 bendungan.

"Sampai hari ini telah kita bangun 29 bendungan, ini bendungan besar, plus sembilan nanti di akhir tahun ini," kata Jokowi di GOR Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, Ahad (28/8/2022)

Menurut dia bendungan-bendungan yang dibangun itu telah terasa dampaknya bagi sektor pertanian, khususnya produksi padi. Aliran dari bendungan itu disebut telah membuat produksi panen padi meningkat hingga dua kali lipat.

"Orang tidak merasakan, tapi hadirnya bendungan itu membuahkan hasil bahwa kita sudah swasembada beras sejak tahun 2019," katanya.

Di samping itu, ujar dia, jalan akses masyarakat di desa-desa pun kini sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya, dampak dari dana sebesar Rp468 triliun yang sudah digelontorkan pemerintah untuk pembangunan desa.

"Sehingga sudah terbangun 227 ribu kilometer jalan produksi di desa-desa," kata Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan saat ini dunia telah dilanda krisis pangan dan krisis energi. Berdasarkan lembaga internasional, menurutnya ada 66 negara yang diprediksi ambruk ekonominya akibat krisis-krisis tersebut.

"Oleh sebab itu, saya senang hadir di sini juga para petani, yang menyebabkan tiga minggu lalu kita mendapat sertifikat dari InternationalRiceResearch yang menyatakan sistem ketahanan pangan Indonesia pangan sangat baik," kata Jokowi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement