Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Gandeng ESQ, KPK Bekali Paku Integritas untuk Petinggi di MA, Kemenperin, BKPM dan DKPP

Ahad 28 Aug 2022 07:53 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Gedung Merah Putih KPK.

Gedung Merah Putih KPK.

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Bulan ini, KPK tepat berusia 18 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Program Pelatihan Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (Paku Integritas) di Padang Room The Westin Jakarta. Dilansir dari Antara, Ahad (28/8/2022), Paku Integritas batch 3 kali ini, diperuntukkan kepada Para Eselon 1 di Kemendagri, BKPM, DKPP, Kemenperin, dan Mahkamah Agung.

Dalam paparannya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, di tahun 2022 ini akan mengundang 10 Kementerian untuk mengikuti diklat sebanyak 4 batch ini. Sedangkan di akhir tahun, KPK secara khusus akan mengundang para Gubernur Provinsi, para Sekda, ketua DPRD, PJ Kepala Daerah bersama pasangannya untuk mengikuti program ini. 

"Hingga hari ini, KPK sudah berdiri selama 18 tahun. Banyak hal yang dilalui oleh KPK khususnya kasus-kasus korupsi. Jika melihat di berita atau koran, ada sekitar 1.400 orang yang bermasalah sampai saat ini. Untuk menghadapi hal tersebut saya tekankan dengan dua pendekatan atau cara,” ucap Wakil Ketua KPK itu dengan tegas.

Pria yang juga merupakan akademisi hukum Indonesia itu memaparkan terkait dua pendekatan tersebut yakni secara eksternal (melalui sistem) dan secara internal (melalui diri sendiri/integritas). Dengan begitu, harapannya ke depan akan dapat terhindar dari perilaku atau tindakan-tindakan kolusi korupsi maupun nepotisme.

“Sistemnya kami perbaiki supaya setiap pengelolaan wewenang publik dan pengelolaan keuangan negara mampu membuat kita semua sebagai penyelenggara negara tidak korupsi. Salah satu perbaikan sistem itu bisa di design dengan teknologi terkini. Nah ini yang saya namakan cara eksternal. Namun ini saja tidak cukup, harus dengan cara internal,” katanya.

“Untuk itu kita juga perlu cara yang kedua yakni secara integritas. Karena integritas itu kontrak kita dengan Tuhan. Orang-orang yang disebut tidak berintegritas adalah orang-orang yang lupa pada dirinya tentang siapa saya, dimana saya dan mau kemana saya. Dua pendekatan ini tentunya akan disampaikan lebih detail oleh Pak Ary Ginanjar sebagai pakarnya,” kata dia.

Sementara itu, Founder ESQ Group Ary Ginanjar Agustian yang kesekian kalinya digandeng KPK untuk memberikan training motivasi kepada para petinggi khususnya di lingkup Kementerian/Lembaga Pemerintah ini memberikan pengantar dan pengenalan tagline paku integritas.

“Izin saya bukan untuk mengajari ikan hiu berenang. Di sini juga saya ingin menyimpulkan apa yang disampaikan oleh Pak Ghufron. Yang beliau sampaikan itu ada 3 dimensi atau tiga lapisan perubahan perilaku yakni dari segi hasil, proses, dan identitas. Semua itu bertujuan agar Indonesia bebas korupsi,” ucap Ary.

Kemudian pendiri Menara 165 itu bertanya terkait outcome dari KPK sebenarnya menangkap koruptor atau Indonesia bebas korupsi. Lalu puluhan partisipan yang hadir serentak menjawab bahwa mereka ingin Indonesia bebas korupsi.

“Kemudian cara agar Indonesia bebas korupsi apa effort yang dibuat oleh KPK? Yaitu pencegahan dan penindakan serta perbaikan sistem. Pak Ghufron juga mengingatkan diri kita akan jati diri. Belia menyampaikan tentang jati diri secara spiritual,” kata sang Pakar Pembangunan SDM itu.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA