Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

Menteri BUMN: Isu dalam Koleksi Pameran Arsip Masih Valid Hingga Kini

Sabtu 13 Aug 2022 16:20 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Menteri Sekretaris Negara Pratikno bersama Menteri BUMN Erick Thohir mengamati foto yang dipamerkan pada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan RI di Sarinah, Jakarta, Sabtu (13/8/2022). Pameran tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. Prayogi/Republika.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno bersama Menteri BUMN Erick Thohir mengamati foto yang dipamerkan pada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan RI di Sarinah, Jakarta, Sabtu (13/8/2022). Pameran tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. Prayogi/Republika.

Foto: Prayogi/Republika.
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut isu dalam pameran arsip valid jadi pembelajaran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut isu-isu dalam beberapa koleksi pameran arsip dan mobil kepresidenan yang dipamerkan Istana Kepresidenan di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, masih valid untuk menjadi pembelajaran di masa kini. Hal itu disampaikan Menteri BUMN setelah membuka dan meninjau pameran yang digelar menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-77 RI, bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Sarinah, Jakarta, Sabtu (13/8/2022).

"Bapak Presiden Soekarno mendorong yang namanya pemberantasan buta huruf. Ada foto-foto dan saksinya. Konteks itu saya rasa masih valid sampai hari ini, ketika kita sedang menghadapi era digital yang di mana kembali kita harus bermigrasi ke dunia baru yaitu dunia digital," kata Erick.

Baca Juga

"Kalau dulu buta huruf, hari ini dunia digital. Yang kalau kita tidak beradaptasi nanti membutakan kita," ujarnya menambahkan.

Menteri BUMN mengingatkan bahwa era digital membawa perubahan besar-besaran di berbagai bidang termasuk lapangan pekerjaan dan kesempatan untuk menjalankan usaha. "Kalau kita tidak beradaptasi sebagai bangsa, akhirnya kita akan menjadi bangsa yang tertinggal," ucapnya.

Erick memberi contoh lain yakni mengenai arsip foto dan pemberitaan tentang upaya para pendiri bangsa menjelaskan arti Pancasia sebagai falsafah bangsa Indonesia di hadapan forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia mengaku bangga Indonesia sebagai sebuah bangsa bisa memberikan pelajaran kepada dunia bagaimana menjadikan segala perbedaan sebagai sebuah persamaan dan kekuatan.

Menurut Erick isu tersebut juga masih valid di dunia saat ini. Masih banyak negara menghadapi permasalahan yang ditimbulkan karena perbedaan dalam bentuk apa pun. "Termasuk negara besar adidaya seperti Amerika (Serikat) yang sudah merdeka ratusan tahun, menghadapi isu terus yang seperti ini, yang dari berapa tahun terus berulang," katanya.

"Artinya apa? Pondasi kita sebagai sebuah bangsa sesuatu yang tidak boleh dipertanyakan lagi. Saya yakin itu menginspirasi bangsa lain untuk belajar dari sejarah bangsa kita," tutur Erick.

Pameran arsip dan mobil kepresidenan di Sarinah dijadwalkan berlangsung secara terbuka untuk umum hingga 31 Agustus. Pameran digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan bulan kemerdekaan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA