Rabu 06 Jul 2022 06:15 WIB

TNI AL Gelar Latihan Peperangan Laut Khusus, Kopaska dan Satuan Kapal Selam Berkolaborasi

Latihan untuk meningkatkan keterampilan prajurit Kopaska melaksanakan infiltrasi.

Rep: Flori Sidebang / Red: Ilham Tirta
Sejumlah prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL melakukan penyerbuan dari laut saat latihan operasi (ilustrasi).
Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Sejumlah prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL melakukan penyerbuan dari laut saat latihan operasi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Latihan Peperangan Laut Khusus atau Naval Special Warfare. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) dalam melaksanakan infiltrasi melalui tabung torpedo dan coning tower kapal selam.

Komandan Pusat Komando Pasukan Katak (Puskopaska) Laksamana Pertama TNI, Y Bramantyo NS selaku Direktur Latihan (Dirlat) memimpin briefing sekaligus membuka latihan tersebut di lobi Mako Puskopaska Jalan Panti Mulia Baru, Semampir Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/7/2022). Bramantyo mengatakan, latihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, serta profesionalisme prajurit Kopaska dalam melaksanakan operasi peperangan laut khusus.

Baca Juga

Operasi peperangan laut khusus, seperti infiltrasi melalui tabung peluncur torpedo dan coning tower kapal selam yang menjadi salah satu tugas pokok prajurit Kopaska dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AL. “Latihan ini juga untuk meningkatkan kemampuan perwira Kopaska dalam menganalisa, mengevaluasi, serta merumuskan konsep operasi pada tingkat satgas (satuan tugas) sekaligus sebagai uji doktrin yang dimiliki dalam penanganan Operasi Peperangan Laut Khusus (Naval Special Warfare),” kata Bramantyo dalam keterangan resmi Dispenal di Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Latihan peperangan laut khusus yang akan berlangsung hingga 18 Juli tersebut akan diselenggarakan di Puskopaska, Satkopaska Koarmada II. Kemudian, dilanjutkan dengan manuver lapangan di Pasir Putih, Banongan Situbondo dan sekitarnya serta melibatkan kapal selam KRI Ardadedali-404 dan KRI Alugoro-403 yang didukung dari Satuan Kapal Selam Koarmada II.

Menurut Bramantyo, latihan ini memiliki arti penting karena di samping melibatkan prajurit Satkopaska Koarmada I, II dan III sebagai pelaku juga berkesempatan untuk berlatih dengan personel dari Satuan Kapal Selam. Mengingat tingginya tingkat kesulitan dan resiko yang harus dihadapi, lanjutnya, maka setiap personel yang terlibat dalam kegiatan ini benar-benar harus memahami standar operasi prosedur (SOP) yang ada.

"Dengan melaksanakan koordinasi dan komunikasi yang baik antara prajurit Kopaska selaku infiltran dengan personel dari kapal selam selaku pengawak alutsista sehingga dapat dihindari kerugian, baik personel maupun materiil," jelas dia.

Selain meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) TNI AL yang unggul dan profesional sesuai Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, latihan itu juga untuk meningkatkan kesiapan dan kesiagaan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang memiliki daya gerak dan daya gempur yang tinggi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement